Pasangan Tewas Terjebak di Sauna Tokyo, Alarm Darurat Ternyata Mati

- Sabtu, 20 Desember 2025 | 12:00 WIB
Pasangan Tewas Terjebak di Sauna Tokyo, Alarm Darurat Ternyata Mati
Insiden Sauna Tokyo

Kisah Pilu di Balik Pintu Sauna yang Tak Terbuka

Publik Jepang digegerkan oleh kabar duka sepasang suami istri yang tewas terjebak di dalam ruang sauna. Insiden memilukan ini terjadi bersamaan dengan kobaran api yang melanda gedung.

Peristiwa itu berlangsung di sebuah fasilitas sauna eksklusif di jantung Tokyo, tepatnya di kawasan Akasaka yang ramai. Kejadiannya pada Senin siang, 15 Desember 2025 lalu.

Korban adalah Masaya Matsuda, 36 tahun, pemilik sebuah salon kecantikan. Ia bersama istrinya, Yoko Matsuda (37), seorang teknisi kuku yang handal.

Api pertama kali terlihat di lantai tiga. Bangunan lima lantai itu sendiri seluruhnya difungsikan sebagai sauna pribadi, dengan kamar-kamar tersebar dari lantai dua hingga empat. Telepon darurat masuk ke pihak berwenang sekitar pukul 12.25 siang.

Saat tim penyelamat tiba, mereka menemukan pasangan itu tak sadarkan diri. Keduanya terbaring berdekatan.

Meski hanya mengalami luka bakar ringan di bahu dan punggung, nyawa mereka tak tertolong. Mereka dilarikan ke rumah sakit dan kemudian dinyatakan meninggal dunia.

Lantas, apa yang sebenarnya terjadi di balik pintu sauna itu?

Menurut investigasi awal, pintu ruangan itu rusak. Tombol darurat di dalamnya pun dilaporkan tidak berfungsi. Gagang pintu berbentuk L, baik dari sisi dalam maupun luar, ditemukan terlepas dan tergeletak di lantai.

Menurut sejumlah saksi dari kepolisian, penutup tombol darurat di dalam ruangan itu bahkan telah dilepas.

“Ini menunjukkan pasangan tersebut kemungkinan besar sudah mencoba menekan tombol itu. Mereka pasti sudah merasa ada yang tidak beres,” ujar seorang sumber yang dekat dengan penyelidikan.

Namun begitu, upaya mereka sia-sia. Alarm yang seharusnya mengirim sinyal ke panel di lantai satu ternyata mati. Diduga, aliran listrik ke panel itu sudah padam sejak tempat itu dibuka dua tahun lalu, pada Agustus 2022.

Kini, Departemen Kepolisian Metropolitan Tokyo (MPD) menyelidiki lebih dalam soal manajemen keselamatan tempat tersebut. Tujuannya jelas: mengajukan tuntutan atas dugaan kelalaian profesional yang berujung pada tragedi ini.

Komentar