Hujan deras mengguyur Jakarta, dan perhatian tertuju pada Bendung Cengkareng. Wakil Menteri Pekerjaan Umum, Diana Kusumastuti, turun langsung memantau situasi. Bendung ini bukan sembarangan, lho. Ia jadi titik temu tiga sungai besar ibukota: Angke, Pesanggrahan, dan Mookervart. Karena itu, fungsinya harus benar-benar optimal.
Menurut Diana, kondisi terkini terpantau baik. "Bendung Cengkareng Drain ini sudah berfungsi dengan baik," ujarnya kepada para wartawan yang menunggu penjelasan.
"Dan ini juga mengalirkan sungai dari Angke, Pesanggrahan, dan Kali Mookervart ini dengan baik," tambahnya.
Memang sempat ada kenaikan muka air yang cukup signifikan, mencapai 380 cm. Namun begitu, angka itu sudah turun. Kini posisinya di 350 cm. "Artinya ini sudah mengalir dengan baik dan saat ini di posisi 350," jelas Diana.
Tapi jangan senang dulu. Statusnya masih Siaga 1. Hujan belum juga reda sepenuhnya. Diana berharap, tim PU bisa terus mengendalikan semua pintu air di Jakarta. Kontrol yang ketat sangat penting untuk mengantisipasi banjir.
"Mudah-mudahan ini masih bisa kita kontrol dan air ini sudah bisa mengalir dan berfungsi dengan baik," pungkasnya penuh harap.
Di sisi lain, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, yang hadir di lokasi yang sama, punya pandangan khusus. Baginya, Bendung Cengkareng Drain adalah indikator penting untuk kondisi banjir di Jakarta Barat.
"Secara khusus saya ingin memastikan bahwa Pintu Air Cengkareng Drain ini betul-betul berfungsi dengan baik," tegas Pramono.
"Karena di Jakarta Barat inilah sebagai kuncinya dari berbagai sungai yang ada seperti yang disampaikan oleh Bu Wamen tadi."
Ia mengakui beberapa titik di Jakarta Barat masih terendam. Tapi dengan penurunan muka air di bendung ini, ada optimisme. "Saya meyakini mudah-mudahan segera surut," tutup Gubernur.
Artikel Terkait
PSG Vs Bayern Munich di Semifinal Liga Champions, Laga Final Dini yang Diprediksi Ketat
Tiga Sipir Lapas Blitar Diduga Jual Beli Kamar Sel Khusus hingga Rp100 Juta per Napi
Tim Uber Indonesia Kunci Juara Grup C Usai Comeback Dramatis Lawan Chinese Taipei
Polda Papua Bongkar Praktik Ilegal BBM Subsidi di Merauke, Negara Rugi Hingga Rp197 Juta