Di kediamannya yang tenang di Banjarsari, Solo, Joko Widodo memilih untuk bersikap rendah hati. Menanggapi ungkapan dari mantan wakilnya, Jusuf Kalla, yang mengingatkan peran besarnya dalam mendorong karier politik Jokowi, presiden ketujuh Indonesia itu justru menyederhanakan sosoknya sendiri. "Ya saya ini bukan siapa-siapa. Saya orang kampung," ujarnya, Senin (20/4/2026).
Kalimat itu singkat, namun sarat makna. Ia seolah ingin mengembalikan segala pembicaraan tentang pencapaiannya ke titik yang paling mendasar.
Soal pernyataan JK yang menyebut negara hancur di bawah kepemimpinannya, Jokowi tampak enggan berkomentar panjang. Dengan sikapnya yang khas, ia hanya menjawab, "Yang menilai bukan saya." Ia tak mau masuk lebih jauh ke dalam perdebatan itu.
Lantas, dari mana semua ini berawal?
Beberapa waktu sebelumnya, JK memang sedang kesal. Pemicunya adalah tuduhan dari Rismon Sianipar yang mengaitkannya dengan pendanaan kasus ijazah Jokowi. Dalam situasi itulah, JK kemudian mengungkit kembali kontribusinya. Ia menegaskan, dialah salah satu tokoh kunci di balik keberhasilan Jokowi meraih kursi presiden.
Pernyataan itu sendiri dilontarkan JK saat ia berhadapan dengan pertanyaan wartawan. Saat itu, ia sedang ditanya mengenai laporan polisi atas video ceramahnya tentang 'mati syahid' di UGM. "Apakah Bapak merasa dipolitisasi?" tanya seorang reporter. Dari situlah jawabannya mengalir, bercampur antara pembelaan diri dan kilas balik perjalanan politik yang pernah ia jalani bersama Jokowi.
Artikel Terkait
Polisi Sita 80 Gram Kokain dan Tangkap Dua Tersangka di Kemayoran
YouTube Patuh pada PP Tunas, Batasi Aksen Pengguna di Bawah 16 Tahun
Dua Mahasiswi Unsoed Laporkan Rekan ke Polisi Diduga Pelaku Kekerasan Seksual
Anggota DPR Usulkan Transaksi Batu Bara DMO Pakai Rupiah untuk Kurangi Risiko Negara