Dunia musik lagi-lagi kehilangan. Perry Bamonte, gitaris dan pemain keyboard The Cure, tutup usia di umur 65 tahun. Kabar ini, yang bikin sedih penggemar di mana-mana, diumumin langsung lewat situs resmi band.
Menurut pernyataan mereka, Perry disebut sebagai "sahabat dan rekan band yang hebat". Dia meninggal "setelah sakit singkat di rumah selama Natal". Pengumuman duka itu muncul tanggal 26 Desember, ninggalin luka buat keluarga, teman, dan jutaan penggemar band legendaris itu.
Buat yang ngikutin perjalanan The Cure, Perry Bamonte bukan cuma anggota band biasa. Dia hadir di fase-fase penting. Kontribusinya gak main-main: mainin gitar, bass enam senar, sampai keyboard di album-album ikonik kayak Wish, Wild Mood Swings, sama Bloodflowers.
Sentuhannya bisa lo denger di lagu-lagu yang melekat di kepala, generasi ke generasi. Coba aja dengerin Friday, I'm in Love atau A Letter to Elise. Di situ, ada bagian dari Perry.
Rekan-rekannya ingat dia sebagai orang yang tenang, intens, dan punya intuisi musikal yang tajam. Karakter kayak gini yang bikin dia jadi elemen hangat sekaligus vital dalam dinamika The Cure, baik di atas panggung maupun di belakang layar.
"Doa dan belasungkawa kami sampaikan kepada seluruh keluarganya. Dia akan sangat dirindukan,"
tulis The Cure. Kalimat singkat itu ngungkapin betapa dalam kehilangan mereka.
Perjalanannya sama The Cure sendiri unik. Awalnya, dia malah kerja di balik panggung, jadi kru tur tahun 1984 atas ajakan kakaknya, Daryl Bamonte. Dari situ, Perry naik pangkat jadi teknisi gitar dan asisten pribadi Robert Smith, sang vokalis.
Kesempatan besar datang tahun 1990. Saat Roger O'Donnell hengkang, posisinya digantiin Perry. Dengan bantuan Janet Smith, saudara perempuan Robert, dia buru-buru belajar main keyboard buat ngisi kekosongan itu. Hasilnya? Dia bertahan selama 14 tahun, tampil di lebih dari 400 show.
Memang, dia sempat keluar tahun 2005 waktu formasi band berubah. Tapi ikatannya gak pernah putus beneran. Dia sempat kolaborasi di proyek lain, sebelum akhirnya kembali lagi di momen spesial: pengukuhan The Cure di Rock and Roll Hall of Fame tahun 2019.
Comeback-nya makin resmi di 2022. Perry ikut tur Shows of a Lost World. Penampilan terakhirnya terjadi di Troxy, London, bulan November tahun lalu. Bahkan, rencananya dia mau ikut tur Inggris dan Eropa tahun 2026. Sayangnya, rencana itu kini cuma jadi kenangan.
Perry Bamonte mungkin udah pergi. Tapi nada-nada yang dia tinggalin? Itu bakal tetap hidup. Di setiap lagu, di setiap kenangan konser, namanya akan selalu melekat sama sejarah The Cure.
Artikel Terkait
The Changcuters Gelar Tur Konser di Inggris, Realisasi Mimpi Hijrah ke London
Pengadilan Tolak Praperadilan, Status Tersangka Dokter Richard Lee Dikukuhkan
Laporan Forensik Baru Duga Kematian Kurt Cobain Bukan Bunuh Diri
Dokter Peringatkan Bahaya Terapi Api untuk Obati GERD dan Sesak Napas