Di tengah upaya pemerintah menggerakkan ekonomi dari desa, Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengungkapkan fakta yang cukup menggembirakan. Ternyata, puluhan ribu Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih sudah berjalan dan beroperasi di berbagai penjuru Indonesia. Angka itu bukan jumlah yang sedikit.
Namun begitu, Ferry punya harapan lebih. Ia tak ingin Kopdes ini berjalan begitu saja. Menurutnya, koperasi-koperasi ini juga punya peran strategis. Mereka diminta untuk mendukung pasokan bahan baku bagi program MBG (Minyak Bumi dan Gas).
"Dengan begitu, roda ekonomi program MBG bisa berputar lebih kencang," ujarnya.
Ia melanjutkan, dampaknya nanti diharapkan bisa benar-benar dirasakan oleh semua anggota Kopdes, dari ujung barat sampai timur.
Di sisi lain, kehadiran puluhan ribu Kopdes ini dipandang Ferry sebagai angin segar bagi penciptaan lapangan kerja. Terutama untuk anak-anak muda. Logikanya sederhana: setiap unit koperasi yang berdiri, secara otomatis akan membutuhkan tenaga dan pikiran baru.
Dan di sinilah peran generasi muda dinilai krusial. Kopdes butuh ide-ide segar, pendekatan yang kreatif, dan model bisnis yang sesuai dengan zaman sekarang. Ferry meyakini, semangat dan cara berpikir kaum mudalah yang bisa menyelaraskan koperasi desa dengan dinamika ekonomi masa kini.
"Mereka lah yang akan membawa Kopdes go digital, atau merancang strategi pemasaran yang lebih kekinian," tambahnya.
Jadi, impiannya jelas: Kopdes Merah Putih bukan sekadar program, tapi mesin penggerak ekonomi desa sekaligus wadah bagi anak muda untuk berkontribusi.
Artikel Terkait
Pemerintah Uji Coba Pengolahan Sampah 10 Ton per Hari di Tingkat Kelurahan
Uni Eropa Kecam Kebijakan Baru Israel di Tepi Barat
Tabrakan Beruntun 7 Kendaraan di Terowongan Tol Jagorawi, Lalu Lintas ke Jakarta Dialihkan
Ketua Dewan Pengawas BPJS Usul Bentuk Dana Abadi untuk Kesehatan