Tahun ini, program pengolahan sampah di tingkat kelurahan dan desa bakal mulai diuji coba. Pemerintah masih akan menentukan wilayah mana saja yang nantinya jadi lokasi percobaan.
Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Brian Yuliarto, mengungkapkan harapannya. "Dalam tahun ini kita berharap sudah bisa diuji coba di beberapa kelurahan dan desa," katanya.
Pernyataan itu disampaikan Brian kepada awak media di sekitar Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Rabu lalu.
Soal teknologi yang akan dipakai, rupanya masih dalam tahap kajian. Beberapa opsi sedang ditimbang-timbang. Mulai dari gasifikasi, lalu plasma-assisted, sampai teknologi plasma dingin. Semuanya masih akan melalui penilaian lebih lanjut untuk mencari yang paling efektif dan, tentu saja, aman.
"Ya, ini teknologinya tentu kita akan lihat ya ada gasifikasi, kemudian plasma-assisted, plasma dingin dan sebagainya. Kita akan asses lagi mana yang paling baik," lanjut Brian menjelaskan.
Untuk kapasitasnya, setiap lokasi uji coba ditargetkan bisa mengolah sekitar 10 ton sampah per hari. Angka itu bukan asal tebak. Itu disesuaikan dengan rata-rata produksi sampah di level kelurahan atau desa, sehingga penanganan bisa dilakukan langsung di sumbernya tanpa menunggu lama.
Artikel Terkait
Mendagri Resmikan Kebijakan WFH Sehari Seminggu untuk ASN Daerah
Polisi Tangkap Pelaku Penipuan Investasi Sarang Walet Rugikan Korban Rp 78 Miliar
Mendagri Terbitkan SE, ASN Daerah Boleh WFH Setiap Jumat Mulai 2026
Menaker Usulkan Industri Kreatif Jadi Laboratorium Magang Nasional