”Mesin ini memudahkan bengkel untuk menentukan diagnosa dari sumber bunyi tersebut menjadi lebih akurat, tanpa harus melakukan test drive atau tes jalan. Sehingga pemeriksaan menjadi lebih cepat dan efisien, karena hanya membutuhkan waktu sekitar 15 – 20 menit saja,” ujar Ferry.
Cara kerja mesin tersebut sangat sederhana. Tahap pertama yaitu posisi mobil diangkat menggunakan car-lift atau hidrolik, kemudian teknisi akan memasangkan perangkat shaking machine pada keempat ban mobil menggunakan dudukan khusus sebagai alas ban.
Setelah itu, keempat titik kaki-kaki mobil akan diguncangkan menggunakan yang terpasang pada perangkat Shaking Machine secara , untuk menentukan dimana titik permasalahan pada kaki-kaki mobil tersebut.
Jika ada komponen yang bermasalah, akan terlihat dan terdengar secara langsung ketika kaki-kaki mobil diguncangkan dengan mesin.
Kyoto Shaking Machine mampu mendeteksi permasalahan kaki-kaki mobil misalnya, setir mobil bergetar, bunyi di bagian roda, limbung di kecepatan tinggi, suara dengung, kondisi keseimbangan ban, hingga masalah pada per mobil.
Menurut Ferry, dengan mesin tersebut pengguna mobil akan diuntungkan. Sebab, melakukan perawatan rutin untuk menghindari kerusakan serius pada kaki-kaki mobil dapat dilakukan dengan lebih cepat dan efisien.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: jawapos.com
Artikel Terkait
Hyundai Creta Alpha Meluncur, Tampil Garang dengan Sentuhan Hitam Dominan
Pasar Otomotif Indonesia 2026: Gelombang Baru Merek Premium dan Listrik Siap Serbu
Geliat Otomotif 2026: Gelombang Mobil Listrik dan Hybrid Siap Serbu Pasar Indonesia
Geely Pacu Ambisi, Targetkan Jual 3,45 Juta Unit di 2026 Usai Cetak Rekor