Setelah terputus berminggu-minggu akibat amukan banjir dan longsor, Jembatan Teupin Reudeup di Aceh akhirnya bisa dilintasi lagi. Kabar baik ini tentu melegakan banyak pihak, terutama warga yang selama ini terisolasi.
Dengan tersambungnya jembatan ini, akses vital pun kembali pulih. Wilayah Aceh Tenggara dan Gayo Lues kini terhubung kembali. Rute dari Banda Aceh menuju Aceh Tengah lewat Beutong Ateuh di Nagan Raya juga kembali hidup, membuka jalan bagi pergerakan orang dan barang.
Menurut Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB, Abdul Muhari, jembatan itu dibuka untuk kendaraan roda empat tepat pukul 17.03 WIB, Jumat sore.
“Jembatan sudah bisa dilalui kendaraan roda empat pada pukul 17.03 WIB,” ujarnya.
Sesaat setelah dibuka, suasana langsung ramai. Warga berbondong-bondong datang, ada yang berjalan kaki, ada pula yang langsung mencoba melintas dengan kendaraan. Di sisi jembatan, bendera merah putih berkibar, seolah menyambut kembalinya kehidupan normal di jalur itu.
Yang paling menyentuh, lantunan selawat dan doa syukur berkumandang sepanjang jembatan. Rasa haru itu jelas terasa. Bagi mereka, ini bukan sekadar tumpukan besi dan beton yang tersambung, tapi bukti kerja keras tanpa lelah dari banyak pihak untuk menghidupkan kembali urat nadi transportasi mereka.
Artikel Terkait
Menag Ajak Umat Islam Perkuat Empati dan Kepedulian Sosial di Idulfitri
Khatib di Makassar Ingatkan Jemaah Idul Fitri untuk Berbakti kepada Orang Tua
Bournemouth Tahan Imbang Manchester United 2-2 dalam Drama Gol Bunuh Diri dan Kartu Merah
Tewas di Tepi Sungai Lasolo, Abdul Kahar Muzakkar Akhiri Pemberontakan 12 Tahun