China Siap Larang Kemudi Yoke pada Mobil Listrik Mulai 2027

- Selasa, 17 Februari 2026 | 23:50 WIB
China Siap Larang Kemudi Yoke pada Mobil Listrik Mulai 2027

Kekhawatiran Tambahan: Airbag dan Kenyamanan Berkendara

Selain uji benturan, aspek lain yang menjadi perhatian adalah kinerja airbag. Standar baru melarang keras adanya bagian komponen yang keras, seperti logam atau plastik, mengenai penumpang saat airbag mengembang. Struktur asimetris pada kemudi yoke berpotensi menciptakan pola retakan yang tidak terduga saat airbag aktif dalam waktu singkat, sehingga menyulitkan validasi konsistensi keamanannya.

Di luar persoalan teknis dan regulasi, keluhan dari pengguna nyata juga turut menjadi pertimbangan. Banyak pengemudi melaporkan kesulitan dalam manuver sehari-hari seperti parkir atau putar balik, yang membutuhkan banyak putaran setir. Mengemudi dengan satu tangan juga dinilai lebih sulit, dan ada risiko tidak sengaja menyentuh layar sentuh pada dasbor saat memutar kemudi.

"Banyak pengguna melaporkan kesulitan mengemudi satu tangan serta risiko menyentuh layar dasbor secara tidak sengaja saat bermanuver," ungkap laporan tersebut, yang menggambarkan kendala ergonomis yang dirasakan di lapangan.

Masa Depan dan Masa Transisi

Dengan berlakunya aturan ini mulai 2027, semua model kendaraan baru yang mengajukan persetujuan tipe di China wajib mematuhinya. Sementara untuk model yang sudah beredar di pasaran, diperkirakan akan diberikan masa transisi sekitar 13 bulan untuk menyesuaikan desain kemudinya. Keputusan ini merefleksikan pendekatan regulator yang lebih berhati-hati, menempatkan aspek keselamatan fisik pengemudi di atas tren desain yang mungkin mengorbankan proteksi.

Editor: Redaksi MuriaNetwork


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar