French Open 2025: Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri Gagal Juara, Tumbang di Gim Penentu yang Menegangkan

- Minggu, 26 Oktober 2025 | 22:24 WIB
French Open 2025: Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri Gagal Juara, Tumbang di Gim Penentu yang Menegangkan

Fajar Alfian/Muh Shohibul Fikri Raih Runner-Up French Open 2025

Ganda putra Indonesia, MURIANETWORK.COM Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri, harus mengakui keunggulan pasangan Korea Selatan, Kim Won Ho/Seo Seung Jae, dalam partai final French Open 2025. Pertandingan sengit yang berlangsung di Glaz Arena, Prancis, pada Minggu (25/10) itu berakhir dengan skor 21-10, 13-21, dan 12-21 untuk keunggulan wakil Korsel.

Kekalahan ini menunda gelar juara kedua Fajar/Fikri di tahun 2025. Sebelumnya, pasangan Indonesia ini telah berhasil menjuarai China Open pada Juli lalu.

Gim Pertama: Dominasi Mutlak Fajar/Fikri

Final French Open diawali dengan performa gemilang dari Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri. Setelah skor imbang 6-6, duo Indonesia berhasil meningkatkan akurasi pukulan dan meminimalisir kesalahan. Mereka unggul 11-6 di interval dan melanjutkan dominasi hingga memenangkan gim pertama dengan skor telak 21-10.

Gim Kedua: Bangkitnya Korea Selatan

Memasuki gim kedua, situasi berbalik. Fajar/Fikri mulai banyak melakukan kesalahan yang dimanfaatkan dengan baik oleh Kim/Seo. Meski level permainan tidak jauh berbeda, ketidakakuratan pada momen-momen krusial membuat pasangan Indonesia harus merelakan gim kedua dengan skor 13-21.

Gim Penentu: Ketangguhan Duo Korea

Gim penentu diawali dengan poin dari smash Fikri. Namun, Kim Won Ho/Seo Seung Jae menunjukkan ketangguhan dalam bertahan dan menyerang. Mereka unggul 11-5 di interval dan terus mengendalikan permainan. Fajar/Fikri kesulitan membongkar pertahanan lawan yang bermain disiplin, sehingga harus mengakui kekalahan di gim ketiga dengan skor 12-21.

Meski gagal membawa pulang gelar juara French Open 2025, perjuangan Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri hingga babak final tetap menjadi prestasi yang membanggakan bagi bulu tangkis Indonesia di kancah internasional.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar