Mengapa PSSI dan Erick Thohir Kesulitan Menjual Kursi Pelatih Timnas Indonesia?

- Jumat, 24 Oktober 2025 | 07:25 WIB
Mengapa PSSI dan Erick Thohir Kesulitan Menjual Kursi Pelatih Timnas Indonesia?

Erick Thohir Akui Sulitnya Mencari Pelatih Baru Timnas Indonesia

Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengungkapkan tantangan besar dalam proses pencarian pelatih baru untuk Timnas Indonesia. Menurutnya, proses seleksi membutuhkan waktu dan tidak bisa terburu-buru mengingat pentingnya posisi ini untuk membawa tim Garuda ke level yang lebih tinggi.

Proses Seleksi Pelatih Lokal dan Asing

PSSI saat ini sedang menyeleksi beberapa kandidat pelatih, baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Erick Thohir mengungkapkan bahwa dirinya telah membuka komunikasi dengan sejumlah pihak melalui jaringan olahraga internasional yang dimilikinya.

Peringkat FIFA Jadi Tantangan Utama

Salah satu faktor penghambat utama dalam perekrutan pelatih asing adalah posisi Indonesia di peringkat 120 FIFA. Erick menjelaskan bahwa banyak pelatih berpengalaman menganggap risiko melatih tim berperingkat rendah cukup besar, baik dari sisi reputasi maupun target jangka pendek.

Belajar dari Pengalaman Shin Tae-yong

Erick Thohir menyinggung pengalaman merekrut Shin Tae-yong pada akhir 2019 ketika Indonesia berada di peringkat 170 FIFA. Meski saat ini peringkat lebih baik di posisi 120, proses perekrutan tetap tidak mudah.

Membangun Kepercayaan Internasional

Upaya yang sedang dilakukan PSSI adalah membangun kembali kepercayaan internasional terhadap program jangka panjang sepak bola Indonesia. Melalui jaringan globalnya, Erick berusaha meyakinkan pelatih potensial tentang komitmen kuat PSSI untuk pembinaan berkelanjutan.

Pernyataan Erick Thohir ini menegaskan bahwa PSSI sedang dalam fase penting menentukan arah baru sepak bola nasional dengan mencari pelatih yang tidak hanya mampu memberikan hasil instan, tetapi juga membangun fondasi sistem kepelatihan yang berkesinambungan.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar