Libur akhir pekan? Bagi Kementerian Haji dan Umrah, itu bukan alasan untuk tutup. Justru, kantor-kantor mereka di tingkat kabupaten dan kota sengaja tetap buka. Tujuannya jelas: mempercepat segala persiapan haji dan, yang tak kalah penting, mengakomodir jamaah yang sibuk di hari kerja biasa.
Ian Heriyawan, Dirjen Pelayanan Haji Kemenhaj, menegaskan langkah ini sebagai komitmen nyata. "Kami ingin memastikan semua tahapan berjalan tepat waktu," ujarnya. Dengan kata lain, tidak boleh ada hambatan yang memperlambat proses keberangkatan jamaah.
"Kemenhaj kabupaten/kota tetap membuka layanan di hari libur untuk mempercepat proses persiapan haji dan melayani jamaah yang tidak bisa datang pada hari kerja,"
Demikian penjelasan Ian di Jakarta, Minggu lalu. Salah satu yang sudah menjalankan adalah Kantor Kemenhaj Kabupaten Pamekasan. Di sana, jamaah bisa menyelesaikan dokumen pelunasan dan yang cukup krusial melakukan perekaman biometrik untuk visa.
Nah, soal biometrik ini memang wajib. Ian menjelaskan, prosesnya menggunakan aplikasi Saudi Visa Bio, yang datanya langsung terintegrasi dengan sistem Nusuk milik Arab Saudi. Jadi, semuanya terhubung.
"Perekaman biometrik menjadi bagian penting dalam pengajuan visa haji. Data biometrik ini akan terhubung langsung dengan sistem Nusuk,"
Memang, sebenarnya jamaah bisa rekam mandiri. Tapi Kemenhaj paham, tidak semua orang lancar dengan teknologi. Makanya, bantuan tetap disediakan di kantor. Ini langkah sederhana untuk mencegah kesulitan yang tidak perlu, terutama bagi jamaah yang kurang akrab dengan perangkat digital.
Waktunya juga mendesak. Batas akhir input data adalah 8 Februari 2026. Itu sebabnya, daerah dengan jumlah jamaah besar perlu ekstra cepat. "Harus diselesaikan secepatnya," kata Ian menekankan, agar semua data masuk tepat waktu.
Pada akhirnya, harapannya sederhana: dengan layanan di hari libur, seluruh proses administrasi bisa lebih cepat, tertib, dan yang pasti, memberikan kepastian bagi calon jamaah haji. Semua demi kelancaran ibadah.
Artikel Terkait
GAIKINDO: Industri Lokal Siap Penuhi Permintaan Pick-up, Kapasitas Produksi Masih Menganggur
Kemenag Tegaskan Zakat Tidak Dikaitkan dengan Program Makan Bergizi Gratis
Kebijakan Tarif Baru Trump Berpotensi Hadapi Gugatan Hukum
Indonesia Minta AS Pertahankan Tarif Nol Persen untuk Ekspor Unggulan