Veda Ega Pratama Debut di Moto3 2026 Langsung Tembus Lima Besar, Buktikan Binaan Honda Berprestasi Bukan Bermodal Uang

- Sabtu, 23 Mei 2026 | 07:30 WIB
Veda Ega Pratama Debut di Moto3 2026 Langsung Tembus Lima Besar, Buktikan Binaan Honda Berprestasi Bukan Bermodal Uang

Penampilan perdana Veda Ega Pratama di seri pembuka Moto3 2026 di Sirkuit Chang, Thailand, langsung mencuri perhatian dunia. Pembalap muda asal Gunung Kidul itu sukses menembus posisi lima besar pada debutnya, membuka peluang besar bagi kariernya di pentas balap global sekaligus meningkatkan nilai kontrak dan dukungan sponsor yang diterimanya.

Veda bukan sekadar pembalap muda biasa. Ia merupakan bagian dari proyek besar Honda Racing Corporation (HRC) yang berfokus membangun talenta balap Asia untuk bersaing dengan dominasi pembalap Eropa di Moto3. Kesuksesannya di ajang Asia Talent Cup dan Red Bull Rookies Cup menjadi alasan utama Honda memberikan dukungan penuh tanpa membebani pembalap dengan biaya balap sendiri.

“Veda masuk Honda Team Asia melalui jalur prestasi, bukan jalur uang,” jelas sumber dari tim, menegaskan bahwa pembalap binaan Astra Honda Racing Team ini mendapat fasilitas lengkap dan dukungan teknis penuh layaknya pembalap pabrikan.

Meski nilai resmi kontrak tidak diumumkan, banyak pengamat memperkirakan gaji pokok Veda berkisar 40 ribu euro, setara dengan Rp670 juta hingga Rp700 juta per musim. Angka ini sejalan dengan pola kontrak rookie berbakat di Moto3, seperti yang pernah diterima Jorge Martin saat memulai kariernya.

Namun, gaji pokok hanyalah sebagian kecil dari penghasilan pembalap Moto3. Bonus poin, podium, dan pole position memberikan tambahan finansial yang signifikan. Hasil finis kelima Veda di Thailand dengan perolehan 11 poin diyakini memicu bonus tambahan dari tim dan sponsor teknis.

“Semakin sering Veda tampil di depan kamera televisi internasional, semakin besar pula eksposur sponsor yang didapat,” beber manajemen tim, menyoroti peningkatan nilai komersial pembalap muda ini.

Sementara itu, Astra Honda Racing Team turut berperan vital dalam perjalanan Veda di Eropa dengan menyediakan fasilitas seperti tempat tinggal, pelatih fisik, ahli gizi, dan akses latihan eksklusif. Total biaya pengembangan kariernya diperkirakan mencapai miliaran rupiah per tahun.

Di sisi lain, kendati menghadapi rivalitas ketat dari pembalap Eropa yang didukung sponsor besar dan fasilitas premium, Veda membuktikan bahwa keberanian dan kemampuan balap tetap menjadi faktor utama di lintasan.

Setelah penampilan impresif di Thailand, perhatian kini tertuju pada seri Brasil yang akan berlangsung pada Maret 2026. Balapan tersebut menjadi peluang besar bagi Veda untuk menambah poin sekaligus meningkatkan nilai kontraknya.

“Jika mampu meraih podium, bonus yang diterima bisa menyamai gaji pokok selama beberapa bulan,” kata seorang pengamat balap internasional.

Publik Indonesia kini menantikan apakah Veda Ega Pratama mampu menjaga konsistensi dan menjadi pembalap Indonesia pertama yang sukses menembus level tertinggi MotoGP.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar