Bek PSM Makassar Yuran Fernandes Gagal Masuk Skuad Final Tanjung Verde untuk Piala Dunia 2026

- Rabu, 20 Mei 2026 | 13:00 WIB
Bek PSM Makassar Yuran Fernandes Gagal Masuk Skuad Final Tanjung Verde untuk Piala Dunia 2026

Harapan bek PSM Makassar, Yuran Fernandes, untuk menginjakkan kaki di Piala Dunia 2026 akhirnya kandas. Namanya tidak tercantum dalam daftar 26 pemain yang akan membela Timnas Tanjung Verde di turnamen sepak bola terakbar yang akan berlangsung di Amerika Utara tersebut.

Kepastian ini diumumkan oleh Federasi Sepak Bola Tanjung Verde pada Senin (18/5/2026), bersamaan dengan pengumuman skuad final dari negara debutan lainnya, Curacao. Dari dua daftar pemain yang dirilis, hanya satu nama yang memiliki kaitan erat dengan sepak bola Asia Tenggara yang berhasil bertahan, yakni mantan striker Persib Bandung, Gervane Kastaneer. Ia justru mengamankan tempat di skuad Curacao dan siap menjadi bagian dari sejarah negaranya di panggung dunia.

Keputusan pelatih Bubista untuk tidak menyertakan Yuran Fernandes sebenarnya sudah dapat ditebak. Meski sempat menjalani debut bersama Tanjung Verde saat menghadapi Malaysia dalam laga uji coba pada Mei 2025, pemain berusia 30 tahun itu bukanlah pilihan utama. Ia juga tidak terlibat dalam perjalanan tim berjuluk The Blue Sharks selama babak kualifikasi Piala Dunia 2026.

Bubista lebih memilih untuk mengandalkan pemain-pemain yang seluruhnya berkarier di luar negeri, tanpa melibatkan satu pun pemain dari kompetisi domestik Tanjung Verde. Komposisi ini membuat persaingan di lini belakang semakin ketat, dan Yuran harus tersingkir. Selain Yuran, pemain lain dari Asia Tenggara yang juga gagal masuk adalah penyerang asal Malaysia Super League, Fortes.

Di Piala Dunia 2026 nanti, Tanjung Verde akan tergabung dalam Grup H bersama Arab Saudi, Uruguay, dan Spanyol. Sementara itu, nasib berbeda dialami Gervane Kastaneer. Penyerang berusia 29 tahun yang saat ini memperkuat Terengganu FC di Liga Malaysia itu berhasil mempertahankan tempatnya di skuad Curacao.

Kastaneer bukanlah wajah asing bagi pecinta sepak bola Indonesia. Sebelum hijrah ke Malaysia, ia sempat membela Persib Bandung pada 2025 dan Persis Solo pada periode 2025–2026. Persis bahkan baru melepasnya secara gratis pada 27 Januari lalu. Menariknya, meski performanya di Liga Malaysia tidak terlalu mencolok, kontribusinya bersama timnas Curacao justru sangat signifikan.

Bersama The Blue Wave, Kastaneer telah mencatatkan sembilan gol dari 20 penampilan internasional. Lima gol di antaranya ia cetak selama babak Kualifikasi Piala Dunia 2026, menjadi salah satu faktor utama keberhasilan Curacao lolos ke putaran final untuk pertama kalinya dalam sejarah. Di Piala Dunia 2026, Curacao tergabung dalam Grup E bersama Ekuador, Jerman, dan Pantai Gading.

Skuad Tanjung Verde sendiri dihuni oleh pemain-pemain yang berkarier di Eropa, seperti Logan Costa dari Villarreal CF, Kevin Pina dari FK Krasnodar, dan Garry Rodrigues yang kini bermain untuk Apollon Limassol. Sementara Curacao membawa sejumlah nama berpengalaman seperti Riechedly Bazoer, Tahith Chong, Jurgen Locadia, hingga Armando Obispo dari PSV Eindhoven.

Meski gagal mengirim wakil dari Liga Indonesia ke Piala Dunia 2026, kiprah Yuran Fernandes bersama PSM Makassar tetap menjadi sorotan. Ia mampu menembus level tim nasional Tanjung Verde di tengah ketatnya persaingan pemain diaspora Eropa, sebuah pencapaian yang patut diapresiasi.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar