Persebaya Incar Perpanjang Rekor 10 Laga Tak Terkalahkan Lawan Arema di Derbi Jawa Timur

- Selasa, 28 April 2026 | 10:30 WIB
Persebaya Incar Perpanjang Rekor 10 Laga Tak Terkalahkan Lawan Arema di Derbi Jawa Timur

HARIAN, BALI – Derbi Jawa Timur lagi-lagi memanas. Persebaya Surabaya datang dengan rekor mentereng: belum terkalahkan dalam 10 pertemuan terakhir lawan Arema FC. Nah, sekarang semua mata tertuju pada Bernardo Tavares. Pertanyaannya, bisa nggak dia memperpanjang dominasi Green Force?

Catatan Persebaya ini bikin banyak orang melongo. Sejak terakhir kali mereka kalah tepatnya 15 Agustus 2019 Green Force kayak jadi hantu buat Arema. Susah banget ditaklukkan. Di 10 laga terakhir, mereka menang tujuh kali, sisanya imbang. Angka-angka itu bukan sekadar statistik, tapi semacam simbol keunggulan yang dijaga mati-matian selama hampir tujuh tahun.

Momen dominasi ini mulai terasa sejak kemenangan telak 4-1 pada 12 Desember 2019. Sejak itu, Persebaya mainnya konsisten. Solid. Mentalnya kuat tiap kali berhadapan sama Arema. Tapi ya, rekor bagus begini justru bikin tekanan makin besar terutama buat pelatih Bernardo Tavares. Dia nggak cuma dituntut buat mempertahankan tren positif, tapi juga harus pastiin timnya main dengan karakter kuat di laga yang penuh emosi kayak Derbi Jatim.

Suasananya pasti panas. Derby macam ini, faktor mental jadi kunci. Detail kecil bisa nentuin hasil akhir. Nah, di situlah tantangan terbesar buat Persebaya.

Tim asal Surabaya itu datang dengan percaya diri tinggi setelah ngalahin Malut United. Meski penguasaan bolanya nggak dominan, serangan mereka efektif banget. Dua gol di babak kedua jadi pembeda.

Bernardo Tavares sendiri ngasih pujian buat anak asuhnya.

“Secara permainan, saya lihat tim tampil sangat baik, baik saat pegang bola maupun nggak. Para pemain menunjukkan sikap dan mentalitas yang bagus. Kami ciptakan banyak peluang, terutama di babak kedua,” katanya.

Tapi dia juga nggak menutup mata sama kekurangan. Khususnya di fase transisi.

“Di pertandingan ini, kami sempat hadapi beberapa situasi transisi di babak pertama yang bikin pertahanan kurang optimal. Bahkan ada satu momen lawan cetak gol, tapi akhirnya dianulir,” jelasnya.

Evaluasi ini penting banget. Soalnya Arema FC dikenal punya serangan balik yang cepat dan berbahaya. Kalau celah kayak gitu muncul lagi, rekor panjang Persebaya bisa terancam.

Di sisi lain, Tavares juga nyorot kebangkitan mental timnya setelah sempat kalah dua kali beruntun. Menurut dia, kemenangan terakhir jadi momentum penting buat ngembaliin kepercayaan diri pemain.

“Saya lihat para pemain seneng banget sama hasil ini, apalagi setelah dua pertandingan sebelumnya nggak berjalan baik. Secara mental, mereka emang butuh momen kayak gini,” tegasnya.

Meski unggul statistik, tekanan justru ada di kubu Persebaya. Mereka harus jaga dominasi. Sementara Arema datang dengan motivasi besar buat mutusin rantai hasil buruk yang udah lama banget.

Pertandingan ini digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali. Nuansanya beda karena netral. Tapi panasnya rivalitas di lapangan tetap nggak berkurang.

Di situasi kayak gini, peran Bernardo Tavares jadi krusial banget. Dia harus bisa meracik strategi yang efektif, sambil jaga stabilitas emosi tim.

“Saya pikir para pemain pantas dapet hasil ini. Saya seneng banget karena seluruh tim layak ngerasain kebahagiaan atas kerja keras yang mereka tunjukin di lapangan,” pungkasnya.

Nah, ujian sesungguhnya ada di depan mata. Rekor 10 laga tanpa kekalahan bukan cuma angka. Itu gengsi yang harus dijaga. Kalau berhasil, Persebaya makin ngegaskan dominasi di Derbi Jawa Timur. Tapi kalau lengah, sejarah panjang itu bisa runtuh dalam satu malam. (")

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar