Enam laga tersisa. Itulah jarak yang memisahkan mimpi dan kekecewaan bagi Persib Bandung dan Borneo FC Samarinda. Perburuan gelar Super League 2025/2026 memasuki babak paling gila, di mana setiap pekan terasa seperti final yang menegangkan. Jarak dua poin di puncak klasemen membuat situasi jadi amat rawan. Satu kesalahan kecil, konsekuensinya bisa fatal.
Imbang 2-2 lawan Dewa United akhir pekan lalu menjadi pukulan telak buat Maung Bandung. Keunggulan empat poin yang mereka pegang tiba-tiba menyusut jadi dua. Sekarang, posisi mereka di puncak dengan 65 poin jadi terasa goyah. Borneo, sang pengejar, mengintai ketat dengan 63 poin. Persija Jakarta di posisi ketiga (58 poin) memang agak tertinggal, tapi tetap bisa jadi batu sandungan kalau dua tim di atasnya lengah.
Yang menarik, jadwal kedua kandidat juara ini terlihat mirip: tiga laga kandang, tiga laga tandang. Tapi kalau dilihat lebih detail, tingkat kesulitan lawan-lawan mereka bisa jadi penentu segalanya.
Persib memulai petualangan genting ini dengan menjamu Arema FC. Jangan anggap enteng. Arema punya gigi dan sudah terbukti bisa mengacaukan rencana tim besar. Setelah itu, perjalanan berlanjut ke markas Bhayangkara FC, lalu kembali ke Bandung hadapi PSIM Yogyakarta.
Namun begitu, ujian sesungguhnya mungkin baru datang saat mereka bertandang ke kandang Persija Jakarta. Laga klasik ini selalu penuh tekanan dan gengsi. Dua laga penutup juga tak kalah seru: lawan PSM Makassar di tanah Bugis dan penutup musim melawan Persijap Jepara di kandang. Ironisnya, beberapa lawan Persib justru tim yang sedang berjuang mati-matian hindari degradasi. Mereka pasti akan bertarung habis-habisan.
Di sisi lain, peluang Borneo FC terbuka lebar. Jadwal mereka, secara teori, sedikit lebih bersahabat. Pekan depan mereka menjamu Semen Padang FC sebuah tim yang terpuruk di dasar klasemen. Ini peluang emas bagi Pesut Etam untuk menambah pundi-pundi poin.
Laga-laga berikutnya, melawan Persik Kediri dan Persita Tangerang, tetap harus diwaspadai meski peluang tiga poin tetap terbuka.
Tapi jangan salah, jalan mereka tidak sepenuhnya mulus. Dua laga tandang beruntun melawan Bali United dan Persijap Jepara akan menguji mental juara skuat asuhan Pieter Huistra. Baru kemudian mereka menutup musim dengan menjamu Malut United, yang situasinya bisa saja sudah lain ketika laga itu tiba.
Faktor lain yang mungkin jadi penentu: kekuatan kandang. Rekor Persib di Stadion Gelora Bandung Lautan Api nyaris sempurna 14 laga, 14 kemenangan. Itu adalah benteng yang sulit ditembus siapa pun.
Eliano Reijnders, pemain Persib, mengaku timnya masih punya keyakinan penuh meski baru terpeleset.
"Kami terus berjuang dan berusaha untuk bangkit mengejar ketertinggalan di pertandingan. Hal bagusnya, kami masih berada di jalur dan akan kembali fokus untuk pertandingan yang akan datang," ujarnya.
Ia mengakui performa timnya tidak ideal di awal laga kontra Dewa.
"Seribu persen sepakat dengan apa yang dikatakan pelatih (Bojan Hodak). Kami memulai pertandingan dengan tidak terlalu bagus. Tapi setelah itu, kami bisa mengembangkan permainan hingga akhirnya bisa imbang 2-2," lanjut Eliano.
Pernyataan itu menunjukkan mental bertahan masih ada. Tapi di fase seperti ini, mental saja tak cukup. Konsistensi dan ketajaman di depan gawang lawan adalah segalanya.
Sementara itu, Borneo datang dengan momentum yang lebih stabil. Mereka hanya perlu sabar menunggu peluang. Kalau Persib kembali terjegal oleh Arema atau siapa pun maka pintu untuk menyalip terbuka lebar.
Intinya, enam laga ke depan akan jadi pertarungan habis-habisan. Tak ada lagi ruang untuk alasan. Faktor-faktor kecil seperti kedalaman skuad, efektivitas peluang, bahkan sedikit keberuntungan, bisa mengubah segalanya.
Super League musim ini benar-benar menyimpan drama hingga detik terakhir. Persib masih pegang kendali, tapi Borneo sudah menempel di spion. Siap-siap saja, klimaksnya bakal seru.
Artikel Terkait
Alex Rins Didepak Yamaha, Kursinya Diisi Ai Ogura Mulai 2027
Bekas Luka Cedera Kecelakaan Austin Masih Nyata, Marc Marquez Nekat Balapan di MotoGP Spanyol
Veda Ega Pratama Gagal ke Q2 Moto3 Spanyol, Finis ke-16 di Sesi Practice Jerez
Bernardo Silva Umumkan Hengkang dari Manchester City, Barcelona Dapat Tawaran Gratis