Dini hari nanti, Giuseppe Meazza bakal kembali panas. Inter Milan menjamu Como di leg kedua semifinal Coppa Italia. Laga ini dijanjikan bakal sengit, apalagi mengingat duel dramatis mereka di Serie A belum lama ini.
Pertemuan terakhir mereka? Sungguh gila. Tujuh gol tercipta di Stadio Singaglia pertengahan April lalu. Como sempat memimpin 2-0, tapi Inter bangkit dan menang tipis 4-3. Itu sudah jadi kemenangan kedua Nerazzurri dari tiga pertemuan musim ini.
Di sisi lain, rekor pertemuan mereka cukup menarik. Inter pernah menang telak 4-0 di putaran pertama Serie A. Tapi di leg pertama semifinal piala ini, skor justru berakhir 0-0. Artinya, semuanya masih terbuka.
Kondisi kedua tim jelas berbeda jauh. Inter lagi di atas angin, nyaris meraih Scudetto dan tinggal selangkah lagi menuju final Coppa Italia ke-10 mereka. Dominasi atas Como jelas jadi harapan.
Pelatih Inter, Cristian Chivu, terlihat fokus.
"Target Liga Champions sudah tercapai. Sekarang, kami ingin tetap kompetitif sampai akhir musim," ujarnya.
Stefan de Vrij juga punya ambisi serupa. Bek Belanda itu bicara soal peluang meraih dua gelar.
"Kami punya kesempatan emas tahun ini. Dua trofi. Kami akan berjuang mati-matian untuk mewujudkannya," tegas De Vrij.
Mengalahkan Como lagi buat lolos ke final entah lawan Lazio atau Atalanta bukanlah hal mustahil buat Inter. Tapi, jangan remehkan tamu. Como datang ke Milan dengan luka yang masih segar.
Tim besutan Cesc Fabregas itu sedang terpuruk. Mereka baru saja menelan empat kekalahan beruntun di Serie A. Kekalahan dari Sassuolo akhir pekan lalu semakin menjauhkan mimpi mereka menembus Liga Champions.
Namun begitu, Fabregas punya cara sendiri untuk membangkitkan semangat. Dia mengingatkan bahwa ini adalah penampilan pertama Como di semifinal Coppa Italia dalam 40 tahun terakhir. Pesannya sederhana: persiapkan diri sebaik mungkin.
"Setiap laga itu cerita baru. Sekarang, fokus kita hanya satu: persiapan untuk menghadapi Inter," kata Fabregas.
Optimisme itu mungkin bukan tanpa alasan. Biancoblu julukan Como bukan tim sembarangan. Mereka bisa menyingkirkan Napoli lewat adu penalti yang menegangkan, 7-6. Sekarang, mereka membidik final bersejarah.
Fabregas terlihat sudah menyiapkan strategi. Saat melawat ke Sassuolo, dia melakukan rotasi pemain. Kini, dengan hanya Jayden Addai dan Sergi Roberto yang dipastikan absen, dia bisa menurunkan skuad terbaik. Tasos Douvikas dan Nico Paz, dua mesin gol mereka, siap diberdayakan.
Bagaimana dengan Inter? Masalah ada di sektor pertahanan. Kapten Lautaro Martinez masih absen. Belum lagi, Alessandro Bastoni kemungkinan besar juga tak bisa turun karena cedera pergelangan kaki. Kabar baiknya, Yann Bisseck sudah kembali berlatih. Petar Sucic juga sudah bebas dari hukuman skorsing.
Di lini depan, Marcus Thuram kembali ke bentuk terbaiknya. Penyerang Prancis itu yang mencetak brace saat mengalahkan Como dulu. Dia kemungkinan akan ditemani Ange-Yoan Bonny atau Pio Esposito.
Inilah perkiraan susunan pemain yang mungkin turun:
Inter Milan (3-5-2): Sommer; Bisseck, Akanji, Augusto; Dumfries, Barella, Calhanoglu, Zielinski, Dimarco; Thuram, Esposito.
Como (4-2-3-1): Butez; Smolcic, Ramon, Kempf, Valle; Perrone, Da Cunha; Vojvoda, Paz, Baturina; Douvikas.
Yang jelas, semua sudah siap. Tiket final hanya untuk satu tim. Siapa yang akan bertahan, dan siapa yang pulang dengan kekecewaan? Kita lihat nanti.
Artikel Terkait
PSM Makassar Hadapi Persik Kediri dalam Laga Hidup-Mati di Parepare
Manchester United Incar Aurelien Tchouameni untuk Perkuat Lini Tengah
Hodak Geram atas Kesalahan Permainan Anak-anak Meski Persib Bangkit dari 0-2 ke Imbang Dewa United
Hodak Geram, Persib Hanya Bawa Satu Poin dari Markas Dewa United