Kematian Frimpong langsung mengguncang jagad sepak bola Ghana. Asosiasi Sepak Bola Ghana (GFA) pun angkat bicara, menyuarakan duka sekaligus kemarahan.
“Asosiasi Sepak Bola Ghana (GFA) menerima dengan keterkejutan mendalam dan kesedihan yang sangat dalam atas kabar tragis meninggalnya Dominic Frimpong dari Berekum Chelsea Football Club," tulis mereka.
“Dominic Frimpong dilaporkan kehilangan nyawa setelah serangan perampokan bersenjata terhadap tim saat klub sedang dalam perjalanan pulang dari pertandingan Liga Premier Ghana."
Pernyataan itu juga menegaskan bahwa insiden ini telah mengguncang komunitas sepak bola secara keseluruhan. GFA menyampaikan belasungkawa yang tulus kepada keluarga almarhum dan semua pihak di klub. Di sisi lain, mereka juga berjanji bakal berkoordinasi penuh dengan klub dan kepolisian untuk mengusut tuntas kasus ini. Rencana memperketat sistem keamanan untuk perjalanan tandang klub juga sedang digodok, agar tragedi semacam ini tidak lagi terulang di masa depan.
Frimpong sendiri adalah talenta muda yang sedang naik daun. Ia baru bergabung dengan Berekum Chelsea pada Januari lalu dengan status pinjaman, dan sudah menunjukkan kontribusi nyata: dua gol dari 13 penampilan dalam tiga bulan awal. Potensinya jelas, masa depannya cerah. Itu sebabnya kepergiannya yang mendadak ini terasa begitu menyakitkan sebuah pukulan telak bukan hanya bagi klub, tapi bagi sepak bola Ghana secara keseluruhan.
Kini, yang tersisa adalah duka, tanda tanya besar, dan tuntutan akan keadilan. Sepak bola seharusnya tentang kegembiraan, bukan tentang kabar duka seperti ini.
Artikel Terkait
Harga Tiket Indonesia Open 2026 Diumumkan, Mulai Rp40 Ribu hingga Rp2,4 Juta
Pelatih Timnas U-17: Euforia Kemenangan 4-0 Harus Segera Diredam, Fokus ke Malaysia
Jorge Martín Bangkit dari Neraka 2025, Puncak Klasemen MotoGP 2026 Jadi Sasaran
Marquez Tak Terkejut, Akui Dominasi Aprilia di MotoGP 2026 Sudah Tampak Sejak Lama