Tekanan Thailand Tak Terbendung
Babak kedua berjalan dengan narasi yang berbeda. Thailand langsung menekan lebih keras, intensitas mereka meningkat drastis. Indonesia seperti kesulitan bernapas, sulit mengembangkan permainan seperti di babak pertama.
Beberapa serangan balik coba dilancarkan. Guntur Sulistyo sempat mendapat peluang, tapi belum cukup untuk menggetarkan jala gawang Thailand. Tekanan Thailand terus menerus seperti gelombang. Beberapa kali lini pertahanan Indonesia terlihat goyah, namun sekali lagi Angga Ariansyah jadi penolong.
Pada menit ke-31, keadaan benar-benar terbalik. Panut Kittipanuwong berhasil melepaskan diri dari kawalan dan melepaskan tembakan akurat. Gawang Indonesia bobol untuk kedua kalinya. 2-1 untuk Thailand.
Tertekan, Indonesia berusaha bangkit. Mereka meningkatkan intensitas serangan, mencoba segala cara untuk membongkar pertahanan Thailand yang sudah rapat seperti benteng. Di menit-menit akhir, strategi power play pun diterapkan. Semua pemain menyerang, tapi usaha itu sia-sia. Peluang tak juga tercipta.
Peluit panjang akhirnya berbunyi. Skor 2-1 untuk kemenangan Thailand bertahan. Di sisi lain lapangan, para pemain Indonesia terlihat lelah dan kecewa. Mereka harus puas menjadi yang kedua. Gelar juara Piala AFF Futsal 2026 dibawa pulang sang tetangga, sementara Indonesia pulang dengan medali perak.
Artikel Terkait
Sugiono Terpilih Aklamasi Pimpin IPSI, Erick Thohir Dorong Pencak Silat Go Internasional
Prabowo Minta Maaf Gagal Bawa Pencak Silat ke Olimpiade, Serahkan Estafet ke Sugiono
Genoa Menang Dramatis 2-1 Atas Sassuolo dalam Laga Penuh Insiden
Pelatih Persebaya Kagumi Atmosfer SUGBK Meski Timnya Dibantai Persija