Buat Donnarumma, kepergian mereka itu tamparan lain. Dia punya hubungan yang sangat dekat dengan ketiganya.
“Saya punya hubungan luar biasa dengan mereka. Kami merasa sedih, dan ada rasa tanggung jawab atas situasi ini,” ujarnya, mencoba menjelaskan betapa emosional momen ini bagi seluruh skuad.
Di tengah tekanan, dia masih berusaha melihat sisi terang. Donnarumma mengajak publik untuk tidak melupakan begitu saja torehan timnas dalam beberapa tahun belakangan. Gelar Euro 2021, misalnya. Itu pencapaian nyata yang tak boleh dihapus dari ingatan hanya karena satu kegagalan.
“Dalam beberapa tahun terakhir kami meraih hal penting. Tidak semuanya harus dibuang,” katanya.
Langkah selanjutnya? Bangkit. Agenda menanti, mulai dari UEFA Nations League hingga Piala Eropa. Donnarumma yakin Italia bisa kembali.
“Kami harus maju dengan kekuatan dan keyakinan Italia akan kembali kuat dan besar,” tegasnya.
Meski begitu, dia mengakui hari-hari pertama pasca kekalahan itu berat sekali. Melelahkan secara mental.
“Dua hari pertama sangat berat dan melelahkan. Ini menyakitkan,” akunya.
“Awalnya sulit menerima, tetapi kami harus bangkit, melangkah maju, dan bereaksi.”
Artikel Terkait
Sean Gelael Hadapi Tantangan Baru di GT World Challenge Europe 2026 Bersama Rekan Tim Ferrari
PB ORADO Gandeng Pemprov DKI Siapkan Kejurnas Domino 2026 di Bogor
AC Milan Andalkan Tawaran Kontrak Tiga Tahun untuk Kalahkan Juventus Perebut Leon Goretzka
Spalletti Segera Perpanjang Kontrak dengan Juventus hingga 2028