Pembalap Aprilia Racing itu benar-benar impresif, meraih kemenangan di tiga balapan pembuka. Konsistensinya jadi tekanan tambahan yang serius buat Marquez.
“Marquez tetap favorit saya, tapi kalau Bezzecchi bisa menjaga performa dan mengelola diri, dia benar-benar bisa jadi pesaing nyata,” tambah Melandri.
Soal wacana pensiun, Melandri punya pandangan jelas. Baginya, gelar juara 2026 bisa jadi kalimat penutup yang sempurna bagi karir legendaris Marquez.
“Kalau akhirnya dia juara, sangat mungkin dia memutuskan untuk gantung helm di akhir musim. Saya tidak akan terkejut sama sekali. Dia mungkin akan berhenti tepat setelah meraih gelar grand prix ke-10 itu,” tuturnya.
Intinya, meski start-nya kurang cemerlang, Marquez tetaplah tokoh sentral di papan atas. Setiap balapan ke depan akan jadi penentu; apakah dia bisa kembali naik podium dan mempertahankan peluang, atau justru tergilas oleh tekanan dan rival-rival anyar yang semakin garang.
Persaingan MotoGP 2026 ini jadi menarik betul. Ada pembalap yang sedang di puncak kepercayaan diri, dan di sisi lain, ada legenda yang berjuang membuktikan bahwa dirinya masih bisa, meski harus menanggung beban fisik dan mental yang tidak ringan.
Artikel Terkait
Valentino Rossi Ungkap Rahasia: Tak Pernah Alami Cedera Arm Pump Selama Karier MotoGP
Juventus Incar Manuel Ugarte, Syaratnya Lolos Liga Champions
Pelatih Indonesia di Balik Kejutan Kevin Cordon di Olimpiade Tokyo
Oscar Haro Puji Mental Marc Marquez di Tengah Awal Musim yang Berat