"Mereka bisa bermain melawan City sesuai rencana sendiri. Menunggu lawan salah, memanfaatkan kegelisahan mereka soal hasil akhir. Karena dalam sepak bola, hal-hal kecil yang tak diinginkan bisa terjadi kapan saja. Kita lihat saja nanti bagaimana kelanjutannya," katanya.
Banyak yang bilang kesuksesan Madrid di Eropa sulit dijelaskan, seperti ada "magic" tertentu. Rakitić menolak anggapan itu mentah-mentah.
"Tidak. Sama sekali tidak sulit dijelaskan. Malah sangat mudah," tegasnya. "Kalau kamu melakukan sesuatu dengan benar, kamu akan dapat hasilnya. Real Madrid melakukan banyak hal dengan sangat baik."
Ia mengakui selalu ada perdebatan. Tentang gaya bermain, tentang pendapat, tentang segalanya. Tapi baginya, fakta berbicara lebih keras.
"Begitulah kenyataannya. Dan ini bukan kebetulan. Tidak ada yang datang ke Real Madrid lalu dapat segalanya dengan cuma-cuma. Ketika kamu melakukan sesuatu dengan benar, sepak bola akan memberimu penghargaan. Sebaliknya, kalau tidak, ya tidak akan dapat apa-apa."
Pernyataan Rakitić ini seperti pengakuan jujur dari seorang rival yang telah merasakan sendiri betapa sulitnya menghentikan mesin Madrid di kompetisi Eropa. Nada bicaranya lebih mirip pengamat yang objektif, ketimbang mantan pemain yang dulu kerap berseteru dengan mereka.
Artikel Terkait
Thom Haye: Persib Siap Bertempur Mati-matian untuk Pertahankan Puncak Klasemen di Padang
Tiga Striker Brasil Bersaing Ketat di Puncak Klasemen Pencetak Gol Super League
Mohamed Salah Diprediksi Tinggalkan Liverpool, Liga Pro Saudi Jadi Tujuan Utama
PSM Makassar Amankan Kontrak Dua Pilar Utama di Tengah Badai Masalah