“Intinya, sedang disiapkan solusi agar status mereka tetap sah di mata hukum, tanpa harus memotong karier internasionalnya,” ungkap Willaert, merujuk pada laporan ESPN NL.
Salah satu opsi yang digodok adalah memberikan izin tinggal tetap bagi pemain yang memang besar dan dibesarkan di Belanda. Dengan cara ini, mereka tak butuh izin kerja khusus lagi, tapi tetap bebas membela negara seperti Indonesia di level internasional.
Willaert juga menyoroti hal lain yang cukup mengganggu. Dia menduga ada pihak yang memberikan arahan yang keliru kepada para pemain muda ini soal masa depan karier internasional mereka.
“Sepertinya ada yang mendesak mereka untuk buru-buru mengurus paspor Belanda, dengan iming-iming kemudahan mobilitas di Eropa untuk tahun-tahun ke depan,” katanya.
Di sisi lain, dia yakin sistem hukum Belanda punya pertimbangan keadilan. Penerapan aturan yang terlalu kaku justru bisa merugikan pemain secara besar-besaran. Bayangkan saja, karier mereka bisa terempas hanya karena masalah administratif, dan akhirnya cuma mendapat penghasilan minim di level kompetisi yang jauh lebih rendah.
Willaert tak sungkan mengkritik langkah FBO. Menurutnya, federasi itu kurang mendukung dari awal. Alih-alih langsung membatasi aktivitas pemain, seharusnya mereka memperkuat legitimasi status para pemain sambil berkoordinasi dengan KNVB dan ECV untuk mencari jalan keluar.
Memang keputusan finalnya belum keluar. Tapi arah angin sudah jelas berubah. Jika solusi ini benar-benar disahkan, maka mimpi buruk administratif ini akan berakhir. Keempat pemain Timnas Indonesia itu punya peluang besar untuk kembali. Karier mereka di Liga Belanda bisa kembali berjalan mulus, tanpa bayang-bayang paspor lagi.
Artikel Terkait
Rakitić: Kesuksesan Real Madrid di Liga Champions Bukanlah Kebetulan
PSM Makassar Amankan Kontrak Dua Pilar Utama di Tengah Badai Masalah
Persis Solo Hadapi PSM Tanpa Abu Kamara, Andalkan Pemain Berikatan dengan Makassar
Yuran Fernandes Berjuang Pertahankan Mimpi Timnas Tanjung Verde di Tengah Persaingan Ketat