Malam Minggu di Sudirman-Thamrin: Kemacetan Parah dan Hirup Pukau Ibu Kota

- Minggu, 23 November 2025 | 00:00 WIB
Malam Minggu di Sudirman-Thamrin: Kemacetan Parah dan Hirup Pukau Ibu Kota
Laporan Lalu Lintas Sudirman-Thamrin

Malam Sabtu (22/11) di kawasan Sudirman-Thamrin ternyata tak kalah ramai dengan hari kerja. Arus kendaraan mengalir padat, menghiasi pusat kota Jakarta dengan lautan lampu dan suara mesin. Beberapa ruas jalan di sana sempat macet total, terutama akibat tingginya volume kendaraan dan masih banyaknya warga yang beraktivitas hingga larut.

Kalau diamati, mayoritas yang terjebak adalah pengendara sepeda motor. Tapi jangan salah, mobil pun ikut antre panjang. Rasanya seperti semua orang memutuskan untuk keluar rumah di waktu yang bersamaan.

Kepadatan sebenarnya sudah mulai terasa sejak di depan FX Sudirman. Volume kendaraan meningkat signifikan, meski saat itu arus masih tergolong ramai lancar. Namun begitu, situasi berubah drastis begitu kendaraan mendekati simpang-simpang dan kawasan perkantoran. Perubahannya cukup ekstrem.

Kemacetan paling parah terjadi di jalur menuju Bundaran HI. Kendaraan merayap pelan, bagai diseret. Tapi anehnya, sesudah melewati zona itu, arus langsung mengalir lancar kembali. Seperti ada garis batas yang tak terlihat.

Masalah lain muncul lagi di dekat Sarinah. Selain karena banyak kendaraan yang masuk dan keluar area perbelanjaan, ada juga proyek pembangunan jalan yang mempersempit jalur. Alhasil, kendaraan harus antre lebih lama dan suasana jadi makin semrawut.

Di tengah kemacetan itu, ada fenomena yang cukup mengkhawatirkan. Banyak pengendara motor terlihat tanpa helm dan menggunakan knalpot racing. Mereka dengan mudahnya meliuk di antara celah-celah mobil, terutama di titik-titik yang macetnya paling parah.

Sementara di atas trotoar, kehidupan malam justru menemukan ritmenya. Dari area Sarinah sampai ke Patung Kuda, penjual kopi keliling berjejer menawarkan dagangan. Beberapa motor diparkir sembarangan di pinggir, seolah trotoar telah berubah fungsi menjadi tempat nongkrong dadakan.

Pada akhirnya, malam minggu di jantung ibu kota tetap tak kehilangan daya tariknya. Jalan Sudirman-Thamrin masih menjadi magnet bagi kendaraan dan warga yang ingin merasakan denyut nadi Jakarta yang tak pernah benar-benar berhenti.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar