Keempatnya dianggap sebagai kerangka utama tim. Tapi selain mereka, masih ada beberapa nama lain yang nasibnya masih digantung.
Aloisio Neto, misalnya. Dia punya peluang dipertahankan hanya untuk menjaga chemistry pertahanan yang sudah terbentuk. Sementara nasib Alex Tanque? Itu masih sangat bergantung pada performanya di sembilan laga sisa. Tekanan jelas ada di pundak sang striker. Dia dituntut menunjukkan ketajaman, terutama di laga-laga krusial seperti nanti saat jumpa Persis Solo.
Menariknya, ada kabar bahwa manajemen diam-diam sudah mengamankan dua pemain asing lewat kontrak baru. Identitasnya masih dirahasiakan, sih. Tapi langkah ini jelas jadi sinyal: PSM tak mau kecolongan di bursa transfer nanti.
Namun begitu, pihak direksi dan manajemen memilih untuk meredam euforia. Fokus utama, mereka tegaskan, masih satu: mengumpulkan poin dan keluar dari tekanan klasemen. Semua urusan masa depan, untuk sementara, harus mengalah.
Ini memang dilema klasik klub. Membangun fondasi untuk masa depan, sambil berjuang mati-matian menyelamatkan musim yang sedang berjalan. Situasi yang sungguh tidak mudah.
Tapi, kalau dipikir-pikir, keputusan mempertahankan pilar utama ini bisa jadi langkah cerdas. Dengan sembilan laga tersisa, setiap poin memang sangat berharga. Tapi kalau mereka berhasil mengamankan pemain inti, proses rebuilding untuk musim 2026/2027 nanti tak perlu dimulai dari nol lagi.
PSM Makassar punya peluang untuk bangkit lebih cepat. Dan siapa tahu, dengan fondasi yang kuat, mereka bisa kembali jadi kekuatan yang disegani di kompetisi domestik. Semua berawal dari langkah kecil hari ini.
Artikel Terkait
PSIS Semarang Hajar Persipal 6-1, Keluar dari Zona Degradasi
Tuchel Kecewa, Tapi Pahami Alasan Delapan Pemain Mundur dari Skuad Inggris
Timnas Indonesia Tertinggal dari Bulgaria di Babak Pertama Final FIFA Series
Veda Ega dan Marc Marquez Berbagi Nasib Pahit di COTA