Prestasinya langsung disambut euforia. Sebagai bentuk kebanggaan, berbagai apresiasi "sultan" pun mengalir untuknya.
Pengusaha otomotif Haji Putra Rizky, misalnya, secara terbuka menjanjikan satu unit mobil untuk Veda.
Tak hanya itu, bonus uang tunai sebesar Rp25 juta juga ia terima dari sejumlah pihak. Salah satunya datang dari pengusaha ternama Gilang Widya Pramana, yang akrab disapa Juragan 99.
Pemimpin Para Pendatang Baru
Berkat finis kelima di Thailand dan podium ketiga di Brasil, Veda kini mengumpulkan 27 poin. Yang lebih membanggakan, ia kokoh memimpin klasemen sementara Rookie of the Year (Pendatang Baru Terbaik) Moto3 2026. Pesaing terdekatnya, Brian Uriarte, tertinggal cukup jauh dengan 14 poin. Posisi ini membuktikan satu hal: Veda bukan figuran. Ia ancaman nyata di grid Moto3.
Idola dan Mimpi di Puncak
Siapa inspirasinya? Veda mengaku mengidolakan legenda MotoGP, Casey Stoner. Gaya balap Stoner yang agresif dan penuh semangat itulah yang coba diteladaninya. Maka tak heran jika media internasional mulai memanggilnya "The Young Lion" atau Singa Muda.
Dan cita-citanya jelas: menjadi pembalap Indonesia pertama yang bisa berkompetisi penuh dan siapa tahu mengangkat trofi juara dunia di kelas utama MotoGP. Mimpi yang tinggi, tapi kini terasa lebih dekat.
Lanjut ke Texas
Setelah gemuruh di Brasil, perjalanan berlanjut. Veda kini bersiap menghadapi tantangan di Sirkuit Americas (COTA), Texas, Amerika Serikat, pada akhir Maret 2026 nanti. Dengan mental pemenang dan dukungan yang kian solid, Veda Ega Pratama bukan cuma sekadar pembalap. Ia telah menjadi mercusuar harapan baru bagi olahraga motor Indonesia di kancah global.
Artikel Terkait
Persebaya Evaluasi Lini Belakang, Rekrut Kiper Baru Jadi Opsi
Bayern Munich Tegaskan Michael Olise Tak Dijual, Kontrak Hingga 2029
Pelatih Bulgaria Aleksandar Dimitrov Rasa Pulang Kampung di FIFA Series Indonesia
Veda Ega Pratama Fokus ke Texas Usai Persejarah di Brasil