Keputusan Race Direction pun turun: balapan akan diulang untuk lima lap tersisa. Posisi start ditentukan berdasarkan klasemen di lap ke-14. Artinya, Veda harus kembali berjuang dari posisi kesepuluh. Sebuah tantangan berat.
Tapi di restart inilah keajaiban terjadi. Veda tampil seperti pembalap yang berbeda. Dengan agresif, ia merangsek naik. Dari sepuluh, ia melesat ke tujuh, lalu enam saat tinggal tiga lap lagi. Dua lap tersisa, ia sudah memburu di posisi empat. Dan di lap terakhir, kejutan itu datang.
Dengan manuver berani di tikungan terakhir, Veda berhasil menggeser Carpe! Sorak-sorai pun pecah. Akhirnya, ia melintasi garis finis di urutan ketiga.
Podium pertama untuk Indonesia di ajang Grand Prix akhirnya terwujud. Maximo Quiles keluar sebagai pemenang, disusul Marco Morelli di posisi kedua. Namun, sorotan utama malam itu adalah seorang anak muda dari Gunungkidul, Yogyakarta, yang telah mengukir namanya dalam sejarah.
Artikel Terkait
Veda Ega Pratama Ukir Sejarah, Podium Perdana Indonesia di Moto3 Brasil
Veda Ega Pratama Ukir Sejarah, Pembalap Indonesia Pertama Naik Podium MotoGP
Mario Suryo Aji Akhirnya Kantongi Poin Pertama di Moto2 2026
Veda Ega Pratama Ukir Sejarah, Raih Podium Perdana Moto3 di Brasil