Usai laga, Rachel Allesya Rose mengakui bahwa ketegangan menjadi musuh terbesar mereka di lapangan.
Dia juga menyoroti kondisi shuttlecock yang cepat, yang menurutnya menuntut ketenangan ekstra. Hal yang justru sulit didapat saat tekanan mental sedang tinggi-tingginya.
Febi Setianingrum, di sisi lain, menambahkan analisisnya. Dia merasa lawan menguasai permainan depan lapangan dengan sangat baik, yang membuat dia dan Rachel sering ragu dalam mengembalikan bola.
Kekalahan ini otomatis menghentikan langkah Rachel/Febi di babak semifinal. Tapi, di balik kekecewaan, ada bahan evaluasi yang berharga. Konsistensi, terutama saat menghadapi momen-momen genting di akhir pertandingan, tampaknya menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan. Perjalanan di Orleans berakhir, tapi pelajaran dari Prancis ini semoga menjadi bekal untuk pertempuran berikutnya.
Artikel Terkait
Leo/Bagas Tersingkir di Semifinal Orleans Masters 2026
John Herdman Umumkan Skuad Final Timnas Indonesia untuk Laga Perdana
Dua Pembalap Indonesia Lolos ke Q2 di Sirkuit Goiania
Raymond/Joaquin Gagal ke Semifinal Orleans Masters Usai Dikalahkan Ganda Denmark