Lewis Hamilton mengakui, persiapan untuk F1 2026 butuh usaha ekstra. Ternyata, balapan di era baru ini menuntut pembalap menguasai lebih banyak hal ketimbang tahun-tahun sebelumnya. Bukan perkara mudah.
Nah, buat yang ingin menyaksikan langsung serunya balapan, F1 2026 bisa ditonton via streaming di beIN Sports melalui Vision .
Soal tantangannya, regulasi 2026 memang membawa perubahan besar. Desain mobil yang berbeda sudah jadi cerita. Tapi yang bikin pusing, manajemen penggunaan baterai dan mesin (power unit) harus jauh lebih efisien. Semuanya harus diatur dengan cermat.
Bagi pembalap sekaliber Hamilton pun, ini berarti adaptasi. Ia harus jeli mengatur strategi berkendara di setiap lap, memeras performa mobil untuk mengejar waktu terbaik. Seru sih, tapi melelahkan.
Ketegangan regulasi baru ini sudah terasa sejak seri awal. Lihat saja seri kedua di Shanghai. Sirkuit Internasional Shanghai jadi saksi aksi saling menyalip yang begitu intens selama pekan balapan 13-15 Maret itu.
Hamilton sendiri mengiyakan betapa beratnya.
“Sangat menantang. Saat uji coba pramusim, sensasinya belum sepenuhnya terasa,” ujarnya.
“Baru di balapan sesungguhnya, seperti di Shanghai dan Melbourne, Anda benar-benar merasakan bagaimana kerasnya mengatur penggunaan baterai itu,” tambah Hamilton, seperti dikutip dari Crash, Sabtu (21/3).
Di sisi lain, pria 40 tahun itu mengaku harus mempelajari banyak hal baru. Setiap fitur di mobil SF-26 Ferrari-nya jadi bahan pembelajaran. Bagi Hamilton, ini pengalaman yang benar-benar berbeda.
“Saya harus belajar lebih keras daripada era mana pun sebelumnya. Anda dituntut untuk super teliti, memperhatikan hal-hal kecil yang dulu mungkin tak terlalu krusial,” tegasnya.
Usaha ekstra itu ternyata tidak sia-sia. Hasilnya mulai kelihatan. Di F1 GP China, Hamilton sukses naik podium ketiga. Pencapaian itu sekaligus menjadi podium pertamanya sejak hengkang ke Scuderia Ferrari pada 2025.
Menurut sejumlah saksi, performanya memang menunjukkan progres.
Perjalanan musim 2026 masih panjang. Seri berikutnya akan digelar di Sirkuit Suzuka, Jepang, pada 27-29 Maret mendatang. Balapan di trek yang penuh karakter itu pasti akan menjadi ujian lain. Apakah Hamilton dan Ferrari sudah menemukan ritme yang pas? Kita lihat saja nanti.
Artikel Terkait
Persib Bandung Incar Kiper Eredivisie Ronald Koeman Jr. untuk Musim Depan
Timnas Basket Putri Panggil 24 Pemain untuk TC Awal Menuju Asian Games 2026
PSM Makassar Kena Denda Rp40 Juta Usai Suporter Masuk Lapangan Kejar Wasit
Indonesia Taklukkan China 1-0 di Laga Perdana Piala Asia U-17