Persib Bandung Luncurkan Koleksi Streetwear Eksklusif Kolaborasi dengan Brand Inggris

- Selasa, 17 Maret 2026 | 16:30 WIB
Persib Bandung Luncurkan Koleksi Streetwear Eksklusif Kolaborasi dengan Brand Inggris

Koleksinya sendiri terbatas. Ada empat item utama: tiga model t-shirt dengan dua pilihan warna, plus satu jersey yang juga hadir dalam dua varian. Pendekatan desainnya mengusung streetwear modern, tapi DNA Persib dan Bandung tak pernah hilang.

Salah satu elemen ikonik yang dipakai adalah kode telepon legendaris Kota Bandung, 022. Ini bukan angka biasa, melainkan simbol keterikatan yang dalam antara klub, kota, dan para Bobotoh.

Detail eksklusifnya juga diperhatikan. Dari sleeve badge, twill label, hingga signature card, semuanya menambah nilai koleksi ini. Dengan produksi yang sengaja dibatasi hanya 3.000 kaus dan 600 jersey barang-barang ini pasti akan jadi buruan kolektor dan fans berat.

Harganya mencerminkan eksklusivitas itu. Satu kaus dibanderol Rp495.000, sementara jersey-nya Rp799.000. Cukup mahal, tapi bagi yang paham nilai di baliknya, harga mungkin bukan halangan.

Lebih Dari Sekadar Klub Bola

Adhi Pratama, Head of Communications PT Persib Bandung Bermartabat, punya penekanan lain. Baginya, langkah ini adalah penegasan bahwa identitas Persib sudah meluas.

"Kami ingin agar Persib dikenal tidak hanya di stadion, tetapi juga di dunia lifestyle dan industri kreatif. Kolaborasi dengan Weekend Offender membuka peluang untuk memperkuat identitas kami di dunia fashion," kata Adhi.

Pesan yang disampaikan jelas. Persib Bandung kini bukan cuma tentang gol, taktik, atau tiga poin. Mereka sedang membangun sebuah brand lifestyle yang berpengaruh. Kolaborasi ini bisa jadi pintu pembuka untuk kerja-kerja kreatif lain di tingkat global.

Intinya, Persib menunjukkan mereka serius mendunia. Bukan cuma sebagai klub sepak bola, tapi juga sebagai ikon kreativitas. Dan untuk Bobotoh, kini ada cara baru untuk pamer kebanggaan. Tak cuma di tribun Gelora Bandung Lautan Api, tapi juga di jalanan, dengan gaya.

Editor: Agus Setiawan


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar