SURABAYA – Situasi di markas Persebaya Surabaya sedang tidak baik-baik saja. Menjelang akhir musim Super League 2025/2026, ancaman besar menghadang. Bagaimana tidak, sembilan pemain kunci bernilai fantastis, Rp34,3 miliar, terancam hengkang. Suasana mencekam ini mendorong satu nama untuk kembali mencuat: Ramadhan Sananta. Mampukah dia menjadi penolong?
Faktanya, Green Force benar-benar di ujung tanduk. Beberapa pilar utama tim kontraknya habis. Ambil contoh Francisco Rivera dan Bruno Moreira. Nilai pasar masing-masing Rp6,95 miliar, dan peran mereka di lapangan sulit digantikan. Kalau keduanya pergi, bisa dibayangkan kekosongan yang ditinggalkan. Stabilitas tim musim depan? Bisa berantakan.
Masalahnya tak cuma di lini depan. Gawang pun ikut goncang. Dua kiper andalan, Ernando Ari dan Andhika Ramadhani, juga berpotensi angkat kaki. Ini bahaya besar. Ernando, misalnya, sudah berkali-kali jadi pahlawan dengan penyelamatan-penyelamatan krusial. Kehilangan mereka berdua sekaligus ibarat pukulan telak dari mana datangnya.
Daftarnya masih panjang. Bruno Paraiba, Leo Lelis, dan Risto Mitrevski ikut masuk dalam daftar pemain yang kontraknya segera berakhir. Mereka bukan sekadar pelengkap, lho. Selama ini, mereka bagian penting dari rotasi skuad yang menjaga ritme permainan.
Belum lagi Pedro Matos dan Riyan Ardiansyah. Masa depan mereka, terutama Riyan yang statusnya pinjaman, masih menggantung. Intinya, kerumitan yang dihadapi manajemen Persebaya saat ini luar biasa.
Yang bikin was-was, enam dari sembilan nama tadi adalah starter reguler di paruh kedua musim. Artinya, mereka tulang punggung tim. Wajar saja kalau suporter, Bonek dan Bonita, mulai gelisah. Desakan agar manajemen segera bergerak cepat kian keras terdengar. Mereka tak ingin timnya terpuruk.
Ramadhan Sananta: Oasis di Tengah Krisis?
Artikel Terkait
Arbeloa Soroti Strategi Bertahan Madrid Hadapi Haaland di Etihad
Persija Jakarta Siap Lepas Dua Pemain Asing Usai Musim 2025/2026
Veda Ega Pratama Resmi Dikontrak Tim Legendaris Red Bull
Lima Pemain Asing Persib Bandung Terancam Didepak di Akhir Musim