Kehadiran mereka memberi variasi serangan. Timnas tak lagi bergantung pada permainan cepat di tanah saja. Umpan-umpan silang dan situasi set-piece bisa jadi ancaman baru yang mematikan.
Lalu, bagaimana dengan benteng terakhir? Di bawah mistar, Indonesia juga tak kekurangan. Dua kiper andalan, Emil Audero dan Maarten Paes, sama-sama setinggi 192 cm. Postur mereka sangat membantu untuk menguasai wilayah udara di kotak penalti. Masih ada Ernando Ari dan Cahya Supriadi sebagai cadangan yang solid.
Kembali ke Baggott, pemanggilan ini bisa jadi momentum penting baginya. Setelah sempat hilang dari radar karena berbagai hal mulai dari kesibukan klub sampai dinamika internal kini ia mendapat kepercayaan baru di era Herdman.
Chemistry-nya dengan Jay Idzes akan jadi kunci. Jika mereka kompak, yang terbentuk bukan sekadar dua bek tinggi. Tapi sebuah benteng yang solid. Itulah yang diincar Herdman: membangun identitas tim yang kuat fisik, disiplin taktik, dan punya mental bersaing di level internasional. Langkah awalnya sudah terlihat. Tinggal eksekusinya di lapangan.
Artikel Terkait
Guardiola: Kalah dari West Ham, Impian Juara Premier League City Tamat
Persib Buka Suara Soal Isu Investasi Rp1,5 Triliun dari Jerman
Persib Kejar Gelar, Persebaya dan PSM Berjuang di Jalur Berbeda Jelang Akhir Musim
Juventus Incar Emiliano Martinez, Kiper Aston Villa, untuk Perkuat Mistar Gawang