Pernyataannya itu, meski diplomatis, justru memperkuat kesan bahwa roda perubahan sedang diputar. Dalam sepak bola, keheningan manajemen seringkali lebih berbicara daripada pernyataan resmi.
Sementara itu, kendali teknis praktis sudah beralih ke duet putra daerah: Ahmad Amiruddin dan Zulkifli Syukur. Keduanya bukan nama baru. Amiruddin, mantan striker PSM, sudah lama jadi bagian dari tubuh pelatih. Ia memahami betul karakter pemain dan kultur klub yang kental ini.
Zulkifli Syukur, bek kanan Timnas Indonesia masa lalu, membawa pengalaman dari Persela Lamongan dan skuat nasional U-23. Kehadiran mereka memberi nuansa lokal yang mungkin dibutuhkan untuk meredam gejolak.
Statistik, harus diakui, tidak berbohong. Posisi Trucha memang sulit dipertahankan. Coba lihat 15 laga terakhir PSM: cuma empat menang, dua seri, dan sisanya sembilan pertandingan berakhir dengan kekalahan. Performa buruk itu melorotkan Laskar Ayam Jantan dari Timur ke posisi ke-13 klasemen.
Bagi klub sekaliber PSM, itu jelas di bawah standar. Ancaman degradasi mungkin belum menghantui, tapi jaraknya dengan zona merah terlalu dekat untuk diabaikan. Manajemen pasti gelisah.
Sepak bola memang kejam. Ketika hasil tak kunjung membaik, pelatih selalu jadi kambing hitam pertama. Tapi bagi PSM, persoalannya lebih dalam dari sekadar ganti pelatih. Mereka seperti kehilangan arah, kehilangan identitas permainan yang dulu membuat mereka juara.
Duet Amiruddin dan Zulkifli kini berdiri di tengah pusaran itu. Apakah mereka hanya solusi darurat, atau justru awal dari babak baru? Waktu yang akan menjawab.
Sore itu di Kalegowa, angin berhembus pelan. Latihan usai, pemain berhamburan ke dalam. Satu pesan terasa menggantung jelas di udara: PSM sedang di persimpangan. Dan nasib Tomas Trucha, entah bagaimana, akan menjadi penentu arah belokan mereka.
Artikel Terkait
Bhayangkara FC Balikkan Keadaan, Kalahkan Arema FC 2-1 di Lampung
Dewa United Hadapi Tekanan Maksimal di Indomilk Arena untuk Balikkan Agregat Lawan Manila Digger
Konglomerasi dan Taipan: Wajah Baru Kepemilikan Klub Sepak Bola Indonesia
Miliano Jonathans Alami Cedera ACL Kedua, Absen dari FIFA Series 2026