Gol itu bukan cuma sekadar penyelamat. Tapi juga mencatatkan sejarah. Menurut catatan statistik, itu adalah gol paling telat yang pernah dicetak Barcelona untuk menghindari kekalahan di Liga Champions. Dan momennya terjadi di fase knockout, di mana artinya benar-benar vital.
Hasil imbang ini jelas mengubah segalanya. Alih-alih tertinggal untuk leg kedua, Barcelona kini punya fondasi yang lebih kokoh. Bayangkan jika Yamal gagal. Mereka akan berkunjung ke Camp Nou nanti dengan beban mental yang jauh lebih berat.
Leg kedua rencananya digelar di Camp Nou pada 18 Maret mendatang. Semua masih terbuka. Tapi dengan modal gol tandang dan hasil imbang, peluang Barcelona untuk melangkah tentu lebih terbuka. Mereka masih sangat haus gelar Champions League, trofi yang terakhir diangkatnya sembilan tahun silam.
Dan sekali lagi, Lamine Yamal jadi pembeda. Pemain muda ini terus membuktikan bahwa usia hanyalah angka. Di bawah tekanan luar biasa, dia tampil seperti veteran. Performanya malam ini adalah pengingat: bintang baru sedang terbit dengan sangat cemerlang di Eropa.
Artikel Terkait
Alessandro Matri Kritik Sassuolo: Fokus Jual Pemain, Abai Prestasi
PSM Makassar di Ambang Pecat Tomas Trucha, Pelatih Absen di Latihan
PSM Makassar Dihukum Denda Rp150 Juta Akibat Aksi Suporter
Tudor Soroti Blunder Awal Usai Spurs Dibantai Atletico di Liga Champions