Namun begitu, Amiruddin mengakui bahwa manajemen sedang duduk bersama. Mereka merumuskan langkah terbaik untuk menyikapi situasi ini. Apakah kerja sama dengan Trucha akan dilanjutkan, atau justru diakhiri.
“Itu masih dirapatkan,” ujar Amir, panggilan akrabnya.
“Pengambilan keputusan tidak serta merta satu orang yang mengambil. Harus ada pertanggungjawaban bersama dalam mengambil keputusan.”
Untuk sementara, kendali latihan dan strategi diserahkan pada duet Amiruddin dan Zulkifli Syukur. Dua putra daerah Sulsel ini punya bekal yang cukup. Amir pernah jadi tangan kanan Bernardo Tavares di PSM dan punya pengalaman di Borneo FC. Sementara Zulkifli Syukur pernah melatih Persela dan menjadi asisten pelatih Timnas U-23 Indonesia.
Di sisi lain, catatan kinerja Trucha memang suram. Dalam 15 laga terakhir, ia hanya mampu membawa PSM menang empat kali, imbang dua kali, dan kalah sembilan kali. Performa buruk itu membuat Laskar Ayam Jantan dari Timur terperosok di posisi 13 klasemen. Bahaya degradasi ke Liga 2 kini jadi ancaman nyata.
Jadi, meski belum ada pengumuman resmi, semua tanda seolah mengarah pada satu kesimpulan: akhir dari era Tomas Trucha di PSM Makassar sudah di depan mata.
Artikel Terkait
Lamine Yamal Selamatkan Barcelona dari Kekalahan dengan Penalti Menit Akhir
Alessandro Matri Kritik Sassuolo: Fokus Jual Pemain, Abai Prestasi
PSM Makassar Dihukum Denda Rp150 Juta Akibat Aksi Suporter
Tudor Soroti Blunder Awal Usai Spurs Dibantai Atletico di Liga Champions