Jenazah Diantar Perahu, Warga Pati Berjuang di Tengah Banjir yang Melumpuhkan

- Kamis, 15 Januari 2026 | 15:12 WIB
Jenazah Diantar Perahu, Warga Pati Berjuang di Tengah Banjir yang Melumpuhkan

Duka itu datang berlapis bagi keluarga almarhum Warsono di Desa Mintobasuki, Pati. Kamis lalu, saat mereka seharusnya bisa berkabung dengan tenang, banjir justru memaksa mereka berjuang untuk sekadar memberi penghormatan terakhir. Aktivitas warga lumpuh total oleh genangan air yang tak kunjung surut.

Kekhawatiran sempat menghantui. Bagaimana mungkin menguburkan jenazah di tengah situasi seperti ini? Ternyata, masih ada secercah harapan: sebuah petak di pemakaman desa yang belum sepenuhnya terendam. Memang, lokasinya terpisah dari liang keluarga, tapi setidaknya itu sebuah solusi.

Namun begitu, perjalanan menuju sana bukan perkara mudah. Jalan desa sudah berubah jadi sungai, dengan ketinggian air mencapai paha orang dewasa. Butuh perjuangan fisik yang luar biasa. Akhirnya, dengan perahu kayu, mereka mengarungi banjir sejauh dua kilometer untuk mengantarkan Warsono ke peristirahatan terakhirnya.

Rekaman CCTV desa merekam momen pilu itu. Sebuah perahu melaju pelan, nyaris tanpa suara, di antara hamparan air keruh. Di atasnya, terlihat keranda jenazah yang diselimuti terpal biru, tampak sederhana namun mengharukan.

Beberapa keluarga duduk memayungi jenazah, melindunginya dari rintik hujan yang masih sesekali turun. Sementara itu, di dalam air, sejumlah warga rela berjalan kaki mendorong perahu itu. Langkah mereka berat, tapi penuh keteguhan.

Sekretaris Desa Mintobasuki, Abdul Mustaji, menjelaskan situasi saat itu. Rencana awal menggunakan mobil jenazah batal karena kendaraan tersebut sedang bertugas di lokasi lain.


Halaman:

Komentar