"Saya suka filosofinya. Apa yang telah ia lalui dalam hidupnya dan cara ia mengatasinya menunjukkan kepribadian yang kuat. Lihat pekerjaannya di PSG, membawa mereka ke Liga Champions tanpa bergantung penuh pada Messi, Mbappe, atau Neymar. Itu fantastis. Di United, pemain harus kerja keras, harus banyak berlari. Saya yakin Enrique bisa membawa semangat itu."
Tapi di sisi lain, tidak semua legenda setuju. Wayne Rooney justru punya pandangan yang sangat berbeda. Baginya, merekrut pelatih berprofil seperti Enrique justru mengulangi kesalahan lama.
"Saya pikir dengan Luis Enrique, kita sudah pernah melalui fase ini. Kami sudah coba berbagai manajer 'nama besar'," kata Rooney dalam sebuah diskusi.
"Kami coba Mourinho, van Gaal. Lalu beralih ke ten Hag atau Amorim. Hasilnya? Tidak juga berhasil. Saya justru berpikir Carrick itu masuk akal. Sejak awal saya sudah merasa dia cocok. Dia membawa pengaruh yang menenangkan bagi skuad."
Rooney berargumen, mempertahankan Carrick justru akan memberikan fondasi dan stabilitas yang dibutuhkan klub, alih-alih terus berburu sensasi dengan nama-nama mentereng.
"Kita sering mengabaikan yang ada di depan mata, lalu bilang 'ah, kita perlu bawa pelatih dari Spanyol atau Turki'. Padahal, mereka belum tentu punya ketertarikan sejati pada klub ini. Dengan Carrick, setidaknya kita punya fondasi untuk berkembang. Infrastruktur klub akan kembali pulih," tegasnya.
Jadi, pilihannya kini ada di tangan manajemen. Antara tetap pada yang sudah terbukti membangkitkan semangat, atau mengambil risiko dengan nama besar yang penuh trofi. Keputusan musim panas ini akan menentukan arah United ke depannya.
Artikel Terkait
Kyle Walker Resmi Pensiun dari Timnas Inggris Setelah 96 Caps
Arsenal Pertimbangkan Pinjaman untuk Myles Lewis-Skelly Setelah Sepi Menit Bermain
Timnas Wanita Korea Utara Walk Out Saat Hadapi China di Piala Asia 2026
Ernando Ari Dikaitkan dengan Persija Jelang Kontrak Habis di Persebaya