PSIM Bangga Kiper Cahya Supriadi Dipanggil Timnas oleh Herdman

- Rabu, 11 Maret 2026 | 02:35 WIB
PSIM Bangga Kiper Cahya Supriadi Dipanggil Timnas oleh Herdman

Kabar gembira datang dari kantor manajemen PSIM Yogyakarta. Kiper andalan mereka, Cahya Supriadi, masuk dalam daftar pemanggilan Timnas Indonesia untuk FIFA Series 2026. Rasa bangga itu tak hanya untuk sang pemain, tapi juga diiringi pujian terhadap pola seleksi yang diterapkan pelatih baru, John Herdman.

Memang, daftar yang dirilis PSSI itu masih bersifat sementara. Ada 41 nama yang tercantum, dan nantinya akan dipangkas menjadi skuad inti. Tapi bagi manajemen PSIM, langkah Herdman mempertimbangkan Cahya sudah merupakan sebuah pencapaian yang berarti.

Manajer PSIM, Razzi Taruna, tak menyembunyikan rasa apresiasinya.

“Meski pun ini adalah daftar besar yang berisi 41 pemain dan nantinya akan dikerucutkan menjadi dua puluhan nama," kata Razi, Rabu (11/3/2026).

"Bagi kami ini adalah bentuk pengakuan luar biasa dari pelatih baru Timnas, John Herdman, untuk pemain kami Cahya Supriadi.”

Bisa dimengerti kenapa kebanggaan itu begitu terasa. PSIM baru saja kembali ke Liga 1, dan langsung mendapat kepercayaan dari tim nasional. Itu bukan hal sepele. Cahya sendiri akan bersaing ketat dengan para penjaga gawang lain seperti Ernando Ari, Nadeo Argawinata, serta kiper naturalisasi Emil Audero dan Maarten Paes.

“Saya mewakili manajemen PSIM bangga Cahya dipanggil,” jelas Razzi lagi. “Untuk mendapatkan pengakuan dari pelatih tim nasional yang baru, John Herdman, bagi saya itu sebuah kebanggaan tersendiri.”

Di sisi lain, Razzi juga punya harapan besar. Ia berpesan agar Cahya menjaga fokus dan mentalitasnya selama menjalani pemusatan latihan nanti. Semua itu tentu agar kiper berusia 24 tahun itu bisa meraih mimpi tertingginya: tampil di skuad utama Garuda.

“Harapan saya Cahya bisa lebih konsisten, lebih lapar dalam mengejar target, selalu rendah hati, dan mau belajar,” tuturnya.

“Semoga nanti Cahya betul-betul berkesempatan masuk ke dalam skuad akhir dan bisa bermain untuk tim nasional senior.”

Jadi, perjalanan masih panjang. Tapi langkah pertama Cahya Supriadi dan kebanggaan PSIM Yogyakarta sudah tercatat dengan baik.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar