Sebenarnya, sinyal positif ini sudah terlihat sejak sesi latihan. Kecepatannya kompetitif, bahkan cukup membuatnya lolos langsung ke Q2 tanpa harus berjuang di Q1. Momentum itu ia bawa hingga race day, dan berbuah manis.
Namun begitu, Veda bukan tipe yang cepat berpuas diri. Di balik kegembiraan hasil perdana, ia menyadari masih banyak pekerjaan rumah. Ada aspek-aspek yang harus ia benahi jika ingin terus bersaing.
“Saya akan terus berjuang untuk mendapatkan hasil yang bagus di balapan berikutnya. Saya akan belajar dari pengalaman di balapan pertama ini,”
Tekadnya jelas. Fokusnya sekarang sudah beralih ke seri berikutnya: Moto3 Brasil 2026.
Balapan di Autodromo Internacional Ayrton Senna, Goiania, pada 20-22 Maret nanti, akan jadi ujian yang berbeda. Treknya, karakternya, semuanya baru. Tapi pencapaian di Thailand tentu memberi suntikan kepercayaan diri yang besar. Ia punya modal untuk tampil lagi.
Artikel Terkait
Manchester City Vs Liverpool Jadi Duel Utama Perempat Final Piala FA
Sponsor dan Basis Suporter Jadi Tulang Punggung Finansial Persib
Debut Imran Nahumarury Sukses, Semen Padang Kalahkan PSBS Biak 2-0
Persebaya Dipecundangi Borneo 1-5, Lini Depan Jadi Sorotan