Trump Kirim Border Czar ke Minnesota Usai Penembakan yang Picu Kerusuhan

- Senin, 26 Januari 2026 | 22:35 WIB
Trump Kirim Border Czar ke Minnesota Usai Penembakan yang Picu Kerusuhan

Minnesporis bergolak lagi. Kali ini, pemicunya adalah penembakan oleh agen imigrasi yang merenggut nyawa Alex Pretti, seorang perawat ICU, Sabtu lalu. Kerusuhan pun pecah. Menanggapi situasi yang memanas itu, Presiden Donald Trump mengambil langkah. Ia mengirim Tom Homan, Border Czar-nya, ke lokasi.

Lewat unggahan di Truth Social, Trump menyatakan keputusannya. "Saya mengirim Tom Homan ke Minnesota malam ini," tulisnya.

"Dia belum terlibat di daerah itu, tetapi mengenal dan menyukai banyak orang di sana. Tom tangguh tetapi adil, dan akan melapor langsung kepada saya."

Ini bukan insiden pertama yang memicu kemarahan publik. Beberapa pekan sebelumnya, petugas ICE juga membunuh Renee Good, seorang ibu tiga anak. Jadi, ketegangan sebenarnya sudah menumpuk.

Di sisi lain, Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, menjelaskan peran Homan di platform X. "Homan akan mengelola Operasi ICE di lapangan di Minnesota untuk terus menangkap para imigran ilegal kriminal terburuk," jelasnya.

Langkah Trump ini bisa jadi pertanda pergeseran pendekatan. Soalnya, Homan dikenal lebih condong ke operasi yang terarah dan spesifik. Berbeda dengan metode razia dadakan yang lebih disukai Menteri Keamanan Dalam Negeri, Kristi Noem, yang kerap menimbulkan ketakutan.

Tekanan juga datang dari dalam. Sejumlah senator Partai Republik mulai bersuara, menyerukan penyelidikan mendalam atas penembakan-penembakan itu. Mereka minta ada kerja sama dengan otoritas lokal.

Namun begitu, di tengah desakan untuk penyelidikan, Trump justru kembali mengulang klaim lamanya. Ia menyebut dugaan penipuan oleh imigran Somalia di Minnesota narasi yang sering dianggap bernuansa rasis.

Tak berhenti di situ. Presiden itu juga menyebut nama Ilhan Omar, anggota Kongres Demokrat keturunan Somalia pertama.

Katanya, Departemen Kehakiman dan Kongres sedang "meneliti" keuangan Omar. Tapi, ya itu, tidak ada detail atau bukti konkret yang diajukan. Pernyataan itu begitu saja melayang, menambah suasana yang sudah panas.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar