“Tantangannya ada di mengelola momen-momen tekanan, situasi penuh ketidakpastian, sampai urusan manajemen ban," bebernya.
Dia menekankan, balapan MotoGP bukan cuma soal siapa paling kencang di lintasan. Ini tentang bertahan dan tetap tajam sepanjang musim yang melelahkan, melalui 22 seri balapan dengan segala dinamikanya.
"Di situlah letak perbedaannya. Antara seorang juara dan pembalap cepat," sambung Marquez.
Dia memberi contoh nyata. Saat sesi uji coba, hampir semua pembalap bisa mencetak waktu lap yang impresif. Tapi suasana berubah total ketika lampu start padam di hari balapan.
"Saat uji coba, semua orang cepat. Kemudian, pada akhir pekan balapan, sedikit lebih sulit," ucapnya singkat.
Nasihat itu pastinya sangat berharga untuk Moreira. Pembalap Brasil berusia 21 tahun itu baru saja menjalani debut yang cukup solid di MotoGP 2026.
Di seri pembuka di Sirkuit Chang, Thailand, Minggu (1/3/2026), dia finis di posisi ke-13. Hampir saja masuk sepuluh besar untuk pertama kalinya.
Artikel Terkait
Barcelona Amankan Kemenangan Tipis di Bilbao, Atletico Menang Dramatis
Chelsea, Manchester City, dan Arsenal Lolos ke 8 Besar Piala FA Lewat Laga Sengit
Harapan Indonesia Pupus di Semifinal All England 2026
Juventus Hajar Pisa 4-0, Atalanta Selamatkan Poin Lewat Drama Akhir