Semua orang tahu, Samarinda itu neraka bagi tim tamu. Sepanjang musim, Borneo cuma sekali kalah di Segiri. Mereka agresif, berbahaya, dan punya pemain-pemain yang jago menembak dari jarak jauh.
“Semua orang tahu bahwa bermain di Samarinda bukan hal yang mudah,” ujar Tavares.
Kunci utamanya satu: disiplin. Jarak antar lini harus rapat. Jangan sampai memberi ruang seperti saat lawan Persib dulu.
Di sisi lain, Borneo juga sedang percaya diri. Pekan lalu mereka sukses menahan imbang Persija Jakarta. Hasil itu membuat mereka tetap nyangkut di grup atas. Jadi, jangan harap mereka akan main setengah hati.
Pertandingan ini dipastikan berisi tensi tinggi. Dua tim sama-sama haus poin. Bagi Persebaya, menang di Segiri bisa membuka kembali peluang mengejar puncak. Tapi jalannya pasti tak mulus.
Tavares berulang kali menekankan konsistensi pada anak asuhnya. Laga seperti ini ditentukan oleh fokus dan sikap selama 90 menit. Strategi saja tidak cukup.
Nanti, di bawah gemuruh Segiri, Persebaya punya satu misi sederhana: membuktikan bahwa mereka masih layak diperhitungkan. Apakah bisa? Kita lihat saja Sabtu nanti.
Artikel Terkait
Dua Pebulu Tangkis Indonesia Lolos ke Perempat Final All England
Arbeloa Tegaskan Real Madrid Tak Cari Alasan di Tengah Badai Cedera
Suporter PSM Makassar Desak CEO Turun Tangan Usai 11 Laga Tanpa Kemenangan
DallIgna: Marquez Hanya Tersandung Nasib Buruk di Thailand