Polisi membongkar modus penipuan terbaru yang memanfaatkan stiker QR Code. Barcode yang biasanya ditempel di warung atau motor itu, rupanya jadi gerbang masuk ke situs judi online sekaligus jebakan scam. Satu pelaku sudah diamankan, sementara dua lainnya masih buron.
Kapolsek Pesanggrahan, Kompol Seala Syah Alam, menjelaskan kronologinya. "Setelah barcode itu ditempel di salah satu warung, warteg, dan juga di motor, kami berhasil mengamankan satu orang pelaku," ujarnya dalam jumpa pers di Mapolsek Pesanggrahan, Kamis lalu.
"Yang duanya kami masukkan ke dalam DPO," tambahnya.
Pelaku yang berhasil ditangkap itu berinisial SP alias P. Penangkapan dilakukan di rumahnya di Larangan, Kota Tangerang, pada Selasa malam, 17 Februari lalu. Perannya dalam sindikat ini adalah sebagai penempel stiker.
Menurut penjelasan polisi, SP mengaku melakukan aksinya karena diiming-imingi sejumlah uang. Dia menempelkan stiker barcode itu di stang motor dan tempat-tempat tertentu.
Dua pelaku lain, F dan A, masih dicari. F diduga sebagai pencetak stiker barcode tersebut. Sementara A, yang disebut-sebut sebagai pemilik akun, ternyata sudah berada di luar Pulau Jawa.
"Setelah kami cek, pelaku A sudah berada di wilayah Kalimantan," jelas Kompol Seala.
Dia menegaskan komitmen penindakan. Polisi akan terus melakukan pengembangan kasus ini, sejalan dengan instruksi presiden untuk memberantas judi online.
Modusnya sederhana tapi menjebak. SP bersama F menempelkan stiker barcode judi online di warung makan hingga motor di parkiran. QR code yang tampak biasa itu, jika di-scan, akan membawa korban ke situs judi atau malah jadi sasaran penipuan.
Karena itu, polisi mengimbau masyarakat untuk lebih waspada. Jangan asal memindai QR Code yang ditempel sembarangan, apalagi jika lokasinya mencurigakan.
"Ini modus baru. Kami menghimbau masyarakat jika menemukan barcode-barcode seperti ini agar jangan langsung di-scan," pesan Kapolsek.
"Bisa jadi itu scam yang nantinya justru merugikan masyarakat sendiri," pungkasnya.
Artikel Terkait
Pakar Hukum Soroti Pasal Bermasalah dalam RUU Perampasan Aset
Presiden Brasil Lula Kritik PBB Gagal Hentikan Konflik Global di Tengah Pameran Hanover
Tamu Hotel di Gunung Sahari Curi Uang dan Dokumen Saat Resepsionis Sarapan
Hujan Deras di Bogor Picu 17 Titik Bencana, Rumah Tertimpa Longsor