Jakarta – Harga solar subsidi dari Pertamina Patra Niaga sampai sekarang masih bertahan di angka Rp6.800 per liter. Tidak ada kenaikan untuk jenis CN 48 ini. Pengumuman harga terbaru sendiri dirilis pada 18 April 2026, mencakup juga daftar lengkap bahan bakar minyak lainnya.
Pemerintah, lewat Pertamina, memang melakukan penyesuaian harga BBM. Tapi tidak semuanya naik. Ada beberapa jenis yang dipertahankan, terutama yang bersubsidi. Sementara itu, untuk yang nonsubsidi? Ya, ada yang melonjak cukup tajam. Berikut rincian lengkapnya berdasarkan laman resmi Pertamina Patra Niaga.
Harga BBM Pertamina
- Solar subsidi (CN 48): Rp6.800 per liter tetap.
- Pertalite (RON 90): Rp10.000 per liter tetap.
- Pertamax (RON 92): Rp12.300 per liter tetap.
- Pertamax Green (RON 95): Rp13.150 tetap.
- Pertamax Turbo (RON 98): Rp19.400 naik Rp6.300.
- Dexlite (CN 51): Rp23.600 per liter naik Rp9.400.
- Pertamina Dex (CN 53): Rp23.900 per liter naik Rp9.400.
Nah, kalau kita bandingkan dengan kompetitor, ceritanya sedikit berbeda. BP-AKR, misalnya, memutuskan untuk menaikkan harga solar jenis BP Ultimate Diesel. Lumayan signifikan juga kenaikannya. Tapi untuk BBM lainnya, mereka tidak menyentuhnya sama sekali.
Harga BBM BP-AKR
- BP 92: Rp12.390 per liter tetap.
- BP Ultimate: Rp12.930 per liter tetap.
- BP Ultimate Diesel: Rp25.560 per liter naik Rp10.940.
Di sisi lain, Shell memilih jalan yang berbeda. Mereka tidak mengubah harga jual BBM sama sekali. Tapi ada catatan penting: saat ini hanya dua jenis BBM yang tersedia di SPBU mereka. Sisanya? Kosong. Entah karena distribusi atau apa, yang jelas stoknya belum ada.
Harga BBM Shell
- Shell Super: Rp12.390 per liter tetap.
- Shell V-Power Diesel: Rp14.620 per liter tetap.
Lalu bagaimana dengan Vivo? SPBU yang satu ini justru tidak mengalami perubahan harga sama sekali. Semua produk mereka masih dipatok di angka yang sama seperti sebelumnya. Cukup stabil, ya.
Harga BBM Vivo
- Revvo 92: Rp12.390 per liter tetap.
- Revvo 95: Rp12.930 per liter tetap.
- Diesel Primus Plus: Rp14.610 per liter tetap.
Menurut sejumlah pengamat, kenaikan harga BBM nonsubsidi ini memang sudah diprediksi. Apalagi dengan fluktuasi harga minyak dunia yang masih belum menentu. Tapi bagi konsumen, terutama yang biasa menggunakan Pertamax Turbo atau Dexlite, tentu ini jadi beban tambahan. Ya, mau bagaimana lagi.
(Adrian Bachtiar)
Artikel Terkait
Indonesia Desak Investigasi Tuntas Serangan ke Pasukan UNIFIL di Lebanon
Pemerintah Targetkan Pembangunan PLTN Dimulai 2027
Nice Lolos ke Final Piala Prancis Usai Kalahkan Strasbourg 2-0 Berkat Dua Gol Wahi
Pengamat: Desain Kelembagaan Kunci Indonesia Peringkat Kedua Ketahanan Energi Global