"Ini langkah yang tepat. Kita semua menginginkan iklim olahraga yang aman, bebas dari kekerasan dalam bentuk apapun," tambah Yenny menegaskan.
Di sisi lain, Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, juga angkat bicara. Ia menegaskan kesiapan pihaknya untuk berkolaborasi. Bukan cuma dengan FPTI, tapi juga dengan atlet dan keluarga yang terdampak. Pendampingan hukum dan psikologis akan disediakan.
“Mereka harus dilindungi. Mereka harus merasa aman. Mereka ada marwah bangsa Indonesia karena mereka pejuang modern di era ini," ucap Erick dengan nada tegas.
Pesan untuk para atlet pun disampaikannya. "Kalian tidak sendiri. Kami membuka pintu selebar-lebarnya untuk mendengar, membantu, dan melindungi seluruh atlet Indonesia jika ada yang pernah atau bahkan sedang menjadi korban," tandasnya.
Suasana di kalangan olahraga Indonesia kini memang sedang diuji. Tapi dengan langkah-langkah seperti ini, setidaknya ada angin segar. Ada upaya untuk membangun sistem yang lebih aman dan mendengarkan suara-suara yang selama ini mungkin terpendam.
Artikel Terkait
PSG Kukuhkan Puncak Klasemen Usai Kalahkan Le Havre
Bayern Munchen Kalahkan Dortmund 3-2, Kokohkan Puncak Klasemen
Inter Milan Kokoh di Puncak, Napoli Menang Dramatis
Lamine Yamal Cetak Hattrick, Barcelona Hajar Villarreal 4-1 di Pekan Ke-26 La Liga