Begitu katanya, seperti dilansir Crash.
Dia mengaku balapannya lebih fokus pada pengendalian tempo. Strategi itu dia terapkan setelah melihat Marco Bezzecchi (Aprilia Racing) jatuh di lap kedua.
ujarnya.
Bagi Marquez, perjalanan kejuaraan masih sangat panjang. Itu sebabnya dia memilih pendekatan yang lebih terukur, tidak grusa-grusu.
tambahnya.
Ya, sprint race di Buriram ini benar-benar menghadirkan drama sengit. Pertarungan antara Marquez dan Acosta bukan cuma soal satu balapan, tapi sekaligus jadi pembuka untuk persaingan yang makin panas di seri-seri mendatang. Semua jadi lebih seru.
Artikel Terkait
PSG Kukuhkan Puncak Klasemen Usai Kalahkan Le Havre
Bayern Munchen Kalahkan Dortmund 3-2, Kokohkan Puncak Klasemen
Inter Milan Kokoh di Puncak, Napoli Menang Dramatis
Lamine Yamal Cetak Hattrick, Barcelona Hajar Villarreal 4-1 di Pekan Ke-26 La Liga