Kala itu, di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, 12 September 2025, Persib hanya menang tipis 1-0 lewat gol tunggal Uilliam Barros. Laga berjalan ketat dan alot, memaksa Maung Bandung berjuang habis-habisan hingga peluit panjang berbunyi.
Rekor itu harusnya jadi alarm. Persebaya punya kualitas untuk membuat repot siapa pun, tak peduli itu tim papan atas sekalipun.
Di sisi lain, situasi klasemen memang memberi keuntungan psikologis untuk Persib. Mereka kokoh di puncak dengan 53 poin. Sementara Bajul Ijo bertengger di posisi kelima dengan 38 poin. Meski selisihnya ada, peluang untuk memperkecil jarak tetap terbuka lebar bagi tuan rumah.
Faktor lain yang jadi perhatian Umuh adalah jadwal padat di bulan Ramadan. Waktu persiapan terbatas, manajemen kondisi fisik dan mental pemain pun jadi kunci. “Kami harus selalu punya poin di setiap pertandingan,” ujarnya singkat namun penuh tekad.
Singkat kata, duel di Surabaya nanti bakal sangat krusial. Satu kesalahan, sedikit kelengahan, bisa mengancam posisi nyaman Persib di puncak klasemen. Semuanya tergantung pada kesiapan mental dan ketangguhan mereka di lapangan hijau.
Artikel Terkait
Inter Milan Kokoh di Puncak, Napoli Menang Dramatis
Lamine Yamal Cetak Hattrick, Barcelona Hajar Villarreal 4-1 di Pekan Ke-26 La Liga
Veda Ega Pratama Siap Serang Podium Moto3 Thailand dari Start Posisi Kelima
Liverpool dan Manchester City Amankan Poin Penuh, Puncak Klasemen Premier League Makin Sengit