Persebaya Hadapi Ujian Ketajaman Lini Depan Saat Jamu Persib

- Sabtu, 28 Februari 2026 | 23:00 WIB
Persebaya Hadapi Ujian Ketajaman Lini Depan Saat Jamu Persib

Pernyataan itu sekaligus jadi pengingat: Persebaya sebenarnya ada di jalur yang benar. Mereka cuma perlu menyempurnakan bagian akhirnya saja. Sepak bola modern memang menuntut keseimbangan. Dominasi tanpa efisiensi ya cuma jadi angka mati di kertas statistik.

Menariknya, Persebaya justru cukup efektif dalam situasi tertentu. Empat penalti yang mereka dapatkan sepanjang musim ini berhasil semua jadi gol. Mereka juga rata-rata dapat 5,6 tendangan sudut per laga. Bola mati masih bisa diandalkan.

Tapi menghadapi Persib, mereka harus siap dengan permainan cepat. Pertahanan Maung Bandung terkenal disiplin. Mereka memaksa lawannya mengambil keputusan dalam area sempit dan waktu yang mepet. Di sinilah insting dan ketenangan seorang striker benar-benar diuji.

Lalu, ada faktor Gelora Bung Tomo. Suasana di sana hampir selalu jadi energi tambahan bagi Persebaya. Suporter yang menyala-nyala bisa mendongkrak semangat pemain.

Namun begitu, atmosfer saja tidak cukup. Kalau peluang terus-terusan disia-siakan, gelora dukungan itu bisa berbalik jadi tekanan. Sorak-sorai bisa berubah jadi kecemasan yang justru membebani psikologi pemain.

Duel nanti berpotensi jadi titik balik. Bisa juga cuma jadi cermin yang mempertegas problem lama. Kalau rasio konversi mereka membaik, bukan cuma tiga poin yang didapat, tapi juga pernyataan bahwa mereka serius bersaing di papan atas. Sebaliknya, kalau masih gagal, pertanyaan yang sama akan terus bergaung pekan demi pekan.

Pada akhirnya, ini lebih dari sekadar perseteruan angka. Ini pertarungan antara tim yang sedang mencari ketajamannya melawan tim yang sudah menemukan keseimbangan. Antara serangan yang agresif dan pertahanan yang disiplin. Antara harapan puluhan ribu suporter di rumah dan kepercayaan diri sang pemuncak klasemen.

Tavares sudah beri resep di lapangan latihan. Sekarang, semuanya tergantung pada para pemain. Bagaimana mereka menerjemahkan teori itu jadi satu sentuhan tepat di dalam kotak penalti.

Karena dalam sepak bola, jarak antara peluang dan gol seringkali cuma sependek sentuhan yang tepat.

Dan di GBT nanti, satu sentuhan itu bisa menentukan arah musim Persebaya selanjutnya.

Editor: Novita Rachma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar