SLEMAN - Asa Persija Jakarta untuk mengangkat trofi Super League 2025-2026 belum padam. Tapi, jalan menuju puncak itu jelas tak mudah. Sekarang, semua bergantung pada konsistensi Rizky Ridho dan kawan-kawan. Tanpa itu, mimpi juara bisa buyar.
Papan klasemen saat ini bicara cukup jelas. Macan Kemayoran tertahan di posisi ketiga dengan 55 poin. Di atas mereka, Borneo FC mengumpulkan 60 poin. Sementara itu, Persib Bandung masih bercokol di puncak dengan 64 poin. Jaraknya lumayan, tapi peluang itu masih ada. Syaratnya satu: mereka sama sekali tak boleh lagi kehilangan angka di sisa pertandingan.
Momentum bagus sempat mereka raih. Di pekan ke-27, Persija tampil gemilang dengan mengandaskan Persebaya Surabaya 3-0 di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Kemenangan meyakinkan itu semestinya jadi modal berharga.
Pelatih Mauricio Souza pun mengakui hal itu. Tapi, di balik kepuasan, ada peringatan keras yang ia sampaikan.
"Lihat penampilan tim melawan Persebaya. Itu bukti kapasitas kita untuk meraih hal besar," ujar Souza.
Namun begitu, ia langsung menepis euforia berlebihan. "Tapi kalau kami gagal menjaga konsistensi di kompetisi seberat ini, ya percuma. Tujuan utama tak akan tercapai."
Bagi pelatih asal Brasil itu, itulah tantangan sesungguhnya. Bukan sekadar menang satu laga, tapi bagaimana mempertahankan level permainan tinggi itu di setiap match. Stabilitas adalah kunci agar Persija tetap berada di jalur persaingan hingga detik-detik terakhir musim. Fokus harus terjaga, tekanan kepada Persib dan Borneo harus terus diberikan.
"Harapan saya sederhana: pertahankan performa ini di laga-laga berikut. Nanti, di akhir, kita lihat bagaimana kompetisi ini berakhir," tambah Souza.
"Untuk sekarang, kami hanya fokus pada diri sendiri. Berusaha jadi lebih baik setiap kali turun ke lapangan."
Ujian pertama untuk konsistensi itu akan datang segera. Persija akan bertandang ke Stadion Maguwoharjo, Sleman, pada Sabtu (18/4/2026) nanti. Lawannya adalah PSBS Biak. Di mata banyak orang, ini laga yang seharusnya dimenangkan.
Tapi dalam situasi seperti ini, justru laga-laga "wajib menang" yang sering jadi jebakan. Hasil di Sleman nanti akan sangat menentukan. Momentum bisa terjaga, atau justru pupus. Bagi Persija, ini soal menjaga nyala peluang, atau membiarkannya padam sama sekali.
Artikel Terkait
PSSI Siapkan Kompetisi Baru yang Berjalan Paralel dengan Liga Mulai 2026
NAC Breda Ajukan Banding ke Pengadilan Soal Status Paspor Dean James
Simon Grayson Ungkap Alasan Bergabung dengan Timnas Indonesia
Empat Kandidat Juara Liga Champions 2026 Resmi Terbentuk