Kabupaten Grobogan digegerkan oleh kasus keracunan massal. Setelah menyantap makanan dari program Menu Bergizi Gratis (MBG), ratusan orang kebanyakan siswa akhirnya jatuh sakit. Menurut Dinas Kesehatan setempat, korban yang terdampak mencapai 803 orang.
Kepala Dinkes Grobogan, Djatmiko, memberikan konfirmasinya.
"Total terdampak 803 orang," ujarnya, Selasa lalu.
Namun begitu, ada kabar baik di tengah situasi ini. Sebagian besar korban sudah menunjukkan pemulihan. Djatmiko menyebutkan, dari ratusan orang itu, 688 di antaranya dinyatakan sembuh. Artinya, tinggal segelintir yang masih membutuhkan perawatan lebih lanjut.
"Dari 803 itu kan ada yang dirawat inap, 115 orang. Untuk hari ini, 61 orang sudah sembuh dan boleh pulang. Jadi yang masih dirawat tinggal 54 orang," jelasnya lebih lanjut.
Semua bermula pada Jumat malam. Usai mendapat pembagian makanan, puluhan siswa mulai mengeluh. Gejalanya beragam: mual, muntah-muntah, tak sedikit juga yang mengalami diare. Keesokan harinya, Sabtu, dampaknya benar-benar terlihat. Ruang kelas di Kecamatan Gubug banyak yang kosong.
"Saat dicek di lapangan, Sabtunya itu banyak yang enggak masuk sekolah," tutur Djatmiko, menggambarkan suasana saat itu.
Kasus ini masih terus ditelusuri. Pihak berwenang tampaknya masih menyelidiki penyebab pasti keracunan yang mendadak meluas ini. Sementara itu, upaya perawatan bagi korban yang masih terbaring terus dilakukan.
Artikel Terkait
Polisi Tewas Ditembak di Rumah Sakit Chicago Saat Kawal Tahanan
Sopir Angkot di Tanah Abang Bakar Rekan karena Berebut Antrean Penumpang
Daycare Little Aresha di Yogyakarta Tak Miliki Izin, Polisi Selidiki Dugaan Kekerasan terhadap Anak
Pria di Bojonegoro Bobol Kotak Amal Empat Masjid, Hasil Curian untuk Judi Online